Langkah Menjaga Kesehatan Lingkungan Tanam Cabe dan Tomat
Kesehatan lingkungan tanam cabe dan tomat juga akan menjadi cermin dari si petani itu sendiri, juga tentunya yang paling penting akan kuat kepada kesehatan tanaman, baik itu kesehatan tanaman secara fisiologis maupun secara biologis.
Kesehatan tanaman secara fisiologis tanaman mencakup beberapa hal menyerupai tanaman dengan organ yang segar baik pada daunnya, batangnya, munculnya banyak bunga dan berbuah lebat. Sementara kesehatan tanaman secara biologis dapat diartikan sebagai kesehatan tanaman dan kandungan biokimia di dalam sel maupun jaringan yang sangat baik dan hal ini akan terlihat dari kenampakan fisik tanaman kalau dilihat dengan menggunakan alat indera mata.
Adapun manfaat dari menjaga kesehatan lingkungan tanam cabe dan tomat, diantaranya yakni sebagai berikut:
- Pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan berjalan lebih efektif;
- Tumbuhan cepat menghasilkan bunga dan buah;
- Pertumbuhan akar tanaman berjalan lebih optimal;
- Tanaman cabe akan terbebas dari penyakit yang biasanya disebabkan karena pertumbuhan gulma (rumput liar yang tak terkendali);
- Menjaga struktur tanah biar tetap bekerja baik;
- Mencegah terjadinya perebutan nutrisi bagi tanaman benalu dengan tanaman utama yang dibudidaya;
- Akan kuat kepada sistem aerasi dalam tanah dan menjaga kelembaban tanah biar tetap stabil;
- Menjaga tingkat keasamaan tanah (pH) supaya tetap dalam kondisi yang baik;
- Dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana/langkah menyerupai apa yang dapat dilakukan para petani/pekebun untuk menjaga kesehatan lingkungan tanam cabe dan tomat, diantaranya:
1. Lakukan Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Cabe maupun Tomat
Untuk menjaga lingkungan tanam tetap indah, asri, dan bersih dari gulma-gulma (rumput liar) pengganggu, maka langkah yang harus ditempuh oleh petani/pekebun yakni dengan cara penyiangan tanaman atau istilahnya melaksanakan pengoretan gulma dengan menggunakan cangkul, alat pencong, atau sekop tajam untuk mencabut gulma hingga pada episode akarnya.
![]() |
Tomat Rampai Tumbuh Sehat Berkat Penjagaan Kesehatan Lingkungan Tanam. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan) |
Selama kegiatan penyiangan tanaman, dapat juga dibarengi dengan kegiatan pendangiran. Pendangiran sendiri merupakan kegiatan menggemburkan lahan tanam (bedengan) dengan menggunakan sekop kecil (tanah bedengan dicangkul kecil-kecil tapi jangan hingga melukai episode akar tanaman, perlu ekstra hati-hati).
Dengan melaksanakan pendangiran dan penyiangan, maka tanaman akan semakin baik, karena tidak ada kompetisi (perebutan unsur hara/nutrisi) antara tanaman cabe/tomat dan gulma.
Pendangiran dan penyiangan dapat dilakukan secara tentatif (sewaktu-waktu) sesuai kebutuhan tanaman, serta usia tanaman yang bersangkutan.
2. Beri Jarak Tanam Cabe dan Tomat
Penentuan jarak tanam cabe juga sangat penting dilakukan dengan sebaik mungkin. Jarak tanam cabe dan posisi penentuan lahan bedengan harus menghadap ke posisi menyerupai apa juga penting ditentukan. Makara untuk posisi pembuatan lahan bedengan bermula/tanpa mulsa yakni bedengan membujur dari arah utara ke selatan. Hal ini dimaksudkan supaya cahaya matahari pagi dari arah Timur dapat masuk ke semua lahan bedengan sehingga proses fotosintesis tanaman semakin efektif.
Sementara itu, untuk keadaan jarak tanam cabe maupun tomat yang direkomendasikan oleh banyak petani lokal yakni 60 cm x 70 cm. Baca isu selengkapnya: Jarak Tanam Cabe Menurut BPTP Pertanian Lampung.
Selain itu, berikan juga tiang ajir pada tanaman cabe supaya lebih bagus untuk tanaman yang gres dipindahkan, supaya tanaman tidak mudah rebah, rapih. Penggunaan mulsa plastik juga sangat bagus untuk menjaga kelembaban tanah biar tetap terjaga baik.
3. Hindari Penanaman Cabe dan Tomat Secara Tumpang Sari
Terkadang para petani ada juga yang menanam tomat maupun cabe dengan cara ditumpangsarikan dengan tanaman palawija (tanaman lainnya), hal ini bahwasanya tidak bagus karena dapat mengundang hama dan penyakit dari antar tanaman palawija dengan tanaman cabe dan tomat.
Selain daripada itu, tumpang sari juga akan membuat kesan lingkungan menjadi kurang etis, dan terkadang dapat mengundang banyak gulma untuk tumbuh liar di lahan bedengan.
Sebagai solusinya, tetap fokuskan untuk masing-masing tanaman dibudidaya di lahannya masing-masing, karena hal ini akan jauhn lebih efektif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Penyiraman dan Perawatan Tanaman Lainnya
Penyiraman sangat mutlak diberikan pada tanaman. Selain menunjukkan nutrisi bagi tanaman, air juga digunakan sebagai pelarut bagi senyawa-senyawa organik di dalam tanah maupun pupuk yang ditambahkan. Penyiraman juga dapat membuat tanah menjadi gembur dan terjaga kelembabannya, sehingga lingkungan juga akan semakin asri.
Penyiraman dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan tanaman. Penyiraman juga harus diimbangi dengan kegiatan pemupukan yang terjadwal. Baca juga: Jadwal Pemupukan Pada Tanaman Cabe yang Baik dan Benar.
5. Cegah Tanaman Cabe dan Tomat dari Hama dan Penyakit
Menjaga kesehatan lingkungan tanam cabe dan tomat supaya tetap baik yakni dengan langkah membasmi dan mengontrol tanaman dari kegiatan hama dan penyakit yang membahayakan tanaman cabe.
Pencegahan dan pembasmian hama dan penyakit dapat dibantu penggunaan pestisida yang memiliki materi aktif tertentu hingga membebaskan tanaman dari hal buruk yang ditimbulkan perkembangan penyakit tanaman.
Pengontrolan tanaman secara ketat juga dapat dilakukan guna mencegah kemungkinan tanaman terserang epidemi penyakit dan hama pada tanaman cabe dan tomat.
Baca juga: Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tomat dan Cabai Hortikultura Serta Cara Penanggulangannya.
Itulah tadi penjelasan mengenai topik langkah dalam menjaga kesehatan lingkungan tanaman cabe dan tomat. Mungkin anda punya solusi/langkah apa yang dapat ditempuh untuk menjaga lingkungan tanam cabe dan tomat supaya lebih menguntungkan? Silakan berikan pendapat anda pada kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.