Hasil Percobaan Sederhana Penggunaan Karbit (Gas Etilen) Pada Buah Pisang
1. Langkah-Langkah Percobaan
Langkah pertama dalam percobaan ini ialah saya mencoba memeram beberapa sisir buah pisang yang sudah mulai tua, saya masukan ke dalam perangkat percobaan (keranjang besar yang tertutup rapat) yang sebelumnya saya tempelkan karbit (Kalsium Karbida/CaC2) ke kain yang basah/lembab, tujuannya biar gas etilen tersebut menguap ketika terkena air dan menghasilkan panas. Panas inilah yang diduga akan mempercepat waktu pematangan pada buah pisang tersebut.
Dalam percobaan ini saya memasukan beberapa buah pisang yang belum terlalu renta ke dalam keranjang besar tersebut dan kemudian saya masukan juga kain lembab yang telah ditempeli gas etilen/karbit, lalu selanjutnya saya tutup rapat wadah keranjang tersebut. Lalu saya diamkan buah tersebut selama 4 hari, dan karenanya pada hari ke-empat memang benar-benar buahnya eksklusif matang. Untuk banyaknya karbit yang saya berikan pada sampel memang tidak cukup saya perhitungkan.
2. Hasil dari percobaan
Hari keempat setelah buah pisang diperam dengan karbit, maka dihasilkan buah pisang yang sudah matang, namun ada beberapa hal yang saya coba amati dari mulai permukaan kulit pisang tersebut, mulai dari kenampakan warna kulit buahnya, tekstur buah, warna daging buah, tingkat kekenyalan/kelunakan buah, sampai pada rasa buahnya.
Hasil percobaan menyampaikan bahwa buah pisang yang dikarbit (diberikan gas etilen) selama empat hari, memiliki kriteria sebagai berikut:
- Warna kulit pisangnya kuning langsat dan beberapa ada yang berwarna kuning biasa, ada juga yang warna kulit buahnya pucat;
- Tekstur warna dagning buah putih agak kekuningan;
- Warna daging buahn putih kekuningan
- Daging buah ada yang lunak, kenyal, dan ada juga yang justru menjadi keras sehingga tidak mampu dimakan;
- Rasa buahnya kurang manis;
- Beberapa buah dibagian bongkol sisirnya ada yang telah membusuk.
![]() |
Buah Pisang Yang Dikarbit, Rasa Buahnya Kurang Manis. Fotografer: Wahid Priyono (Guruilmuan) |
3. Kesimpulan
Dari percobaan sederhana di atas dapat disimpulkan secara umum bahwa buah pisang yang dikarbit ternyata tidak selezat buah pisang yang matang di pohonnya langsung. Masih banyak kekurangan-kekurangan dalam melaksanakan percepatan buah yang dilakukan secara instan menyerupai halnya dikarbit.
Itulah tadi uji coba (percobaan/eksperimen) terkait dengan percobaan sederhana dalam penggunaan karbit (gas etilen) pada buah pisang. Semoga bermanfaat untuk anda.
Jangan lupa anda klik dan baca juga tumpuan terkait berikut ini: Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Gas Etilen/Karbit Pada Pemasakan Buah.