Cara Menanam Buah Tomat di Kebun dan di Sawah dengan Hasil Panen Bagus+Menguntungkan Bagi Petani
Buah Tomat (nama ilmiah: Solanum lycopersicum) yaitu salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dibudidaya dan ditanam oleh masyarakat petani di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Banyak para petani Nusantara yang melaksanakan cara menanam tomat di kebun dan di sawah dengan hasil panen bagus+menguntungkan. Karena bagaimanapun juga memperoleh hasil panen tomat yang berkualitas yaitu keinginan setiap petani dan di pasaran tentunya menjadi minat bagi pembeli. Di pasaran, buah tomat baik itu jenis tomat besar maupun tomat rempai (tomat kecil) memiliki harga yang relatif mahal apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan dan tahun gres masehi, sehingga apabila usaha budidaya dan menanam tomat ditekuni dengan baik maka peluang untuk memperoleh penghasilan panen dapat melimpah.
Setiap orang pasti sudah mengenal tomat. Tomat dapat ditanam baik di tempat berdataran rendah maupun tempat berdataran tinggi. Umumnya, para petani sayur dan buah menanam tomat di lahan pekarangan rumah mereka, di sawah maupun di kebun atau ladang. Tentu spesifikasi penanaman tomat kadang bervariasi, ada yang menanamnya pribadi di bedengan-bedengan sawah atau kebun, ada yang menggunakan wadah kantong plastik (polybek), ada yang menggunakan sistem tumpang sari, menanam di lahan miring (terrasering), dan lain sebagainya. Cara-cara menanam tomat menyerupai ini bahwasanya sangat efektif dan menjadi pilihan petani untuk mengujicoba kira-kira dengan teknik mana yang tepat biar hasil panen bagus+menguntungkan.
Sentra dan tempat pembudidayaan tanaman tomat hampir dilakukan di seluruh tempat di Indonesia. Namun, beberapa tempat yang sangat prospek untuk ditanami tanaman tomat menyerupai di Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Jawa Tengah, Madura, Kalimantan Barat, Maluku, Jawa Timur. Usaha menanam tomat di kebun dan di sawah dapat dikembangkan dengan baik oleh para masyarakat petani baik secara individual (skala kecil dan menengah), maupun bisnis tomat secara besar-besaran dengan cara dilakukan bahu-membahu (melalui kelompok tani).
Buah tomat memiliki segudang manfaat yang sudah terkenal ribuan tahun yang lalu. Dalam dunia kuliner, buah tomat banyak dijadikan sebagai bumbu masak, pemberi cita-rasa makanan, dijadikan jus buah, serta menu makanan dan minuman lainnya. Dalam perkembangan dunia kedokteran, buah tomat banyak dimanfaatkan sebagai materi penelitian terkait uji vitamin C, mengobati pasien penderita penyakit rongga verbal menyerupai kanker mulut, sariawan, bibir pecah-pecah, kontipasi, serta mengobati penderita ekskim, dan pasien penderita kegemukan. Buah tomat banyak dimanfaatkan masyarakat luas sebagai diet sehat, alasannya yaitu buah tomat memiliki banyak vitamin dan mineral. Tak heran kalau kandungan vitamin C pada 1 butir buah tomat berkisar antara 90-100mg dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Seperti diketahui bahwa vitamin C pada buah tomat sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas di dalam badan yang menyebabkan aneka macam jenis penyakit menyerupai kanker, penyakit susukan paru, katarak, dan lain sebagainya.
Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman Tomat/Rampai
Tanaman tomat mempunyai karakteristik yang menonjol seperti; daun berbentuk lembaran dengan pertulangan daun tidak sejajar, daun berwarna hijau, memiliki batang, memiliki akar serabut sehingga dikenal sebagai tumbuhan monokotil, tangkai buah tomat menempel pada ketiak daun atau di ketiak batang, buah tomat berwarna hijau pada dikala muda dan berwarna merah ketika sudah matang (masak). Bunga tomat berwarna putih dan kadang kala ada yang berwarna kuning, merupakan bunga sempurna, dan bunga memiliki kelipatan 4 atau lebih.
Seperti pada tanaman lainnya, tanaman tomat juga memiliki beberapa syarat tumbuh, seperti: (1). Cocok ditanam di lahan kebun maupun sawah, dan ini sudah banyak dilakukan oleh para petani-petani di tanah air dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah atau sawahnya untuk ditanami buah tomat secara periodik melihat musim. (2). Jenis tanah, tanaman tomat sangat baik ditanam pada lahan dengan tanah yang subur mengandung banyak unsur hara penting terutama unsur Nitrogen (N), Phosfor (P), Kalium (K), Calcium (Ca), dan Natrium (Na) yang tinggi. Keberadaan unsur hara ini akan sangat penting dalam menunjang masa pertumbuhan dan perkembangan organ terutama organ akar, batang, daun, serta mensugesti laju pembungaan dan cepat lambatnya proses pembuahan pada tanaman tomat. Tanah jenis gambut, tanah berpasir, tanah kapur, tanah aluvial, tanah andosol, dan tanah liat berlempung sangat cocok kalau ditanami tanaman tomat. (3). Faktor suhu dan kelembaban, hal ini sangat penting sebagai penunjang faktor eksternal tanaman. Suhu optimum yang baik untuk menanam buah tomat di kebun dan di sawah yaitu berkisar antara suhu 21 hingga 27 derajat celicus, dengan kelembaban rata-rata berkisar 70-80%. (4). Pencahayaan sinar matahari, tak dipungkiri bahwa cahaya matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis tanaman serta bisa membunuh predator absurd baik dari kalangan serangga, basil penyebab pembusukan pada buah dan akar, maupun jamur/kapang. Tanaman tomat harus ditanam pada lahan dengan tingkat penyinaran tinggi yaitu penyinaran dari cahaya matahari pribadi setiap harinya. Akibat kalau tanaman tomat tidak diberikan asupan cahaya matahari yang banyak akan menjadikan terjadinya peristiwa etiolasi pada tanaman, dimana tanaman akan rentan terserang penyakit terutama dari kalangan jamur, serta akan membuat tanaman nampak tidak sehat, daun dan organ badan lainnya terlihat lesu dan pucat. Oleh alasannya yaitu itu, penting sekali bagi para petani untuk memperhatikan kualitas cahaya yang menjadi faktor pertama untuk memperoleh tanaman yang sehat dan segar. (5). Curah Hujan, menjadi salah satu faktor penting selain 4 faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Curah hujan diharapkan untuk memperbaiki kualitas tanaman, yaitu untuk tanaman tomat diharapkan curah hujan berkisar antara 600-900mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi juga sangat tidak baik bagi buah tomat yang sudah masak. Dan hendaknya ketika menanam tanaman tomat terutama yang ada di lahan persawahan, usahakan irigasi (pengairan) lahan pertanian harus bagus, teratur, dan dipantau secara baik.
Jenis-Jenis Tanaman Tomat Yang Sering Dibudidaya Oleh Petani
Buah tomat memiliki banyak jenis dan ragamnya. Umumnya ada beberapa jenis-jenis tanaman tomat yang dibudidaya oleh petani baik di kebun maupun di sawah. Diantaranya adalah:
1. Tomat Anggur
Tomat anggur memiliki buah yang bergerombol atau berkelompok-kelompok, serta berkoloni menyerupai layaknya buah anggur. Tomat anggur yaitu jenis tomat dengan buah yang lebih kecil daripada jenis tomat lainnya.Tomat anggur memiliki rasa manis, buah berbentuk bulat-bulat, daging buah tebal, serta kandungan air amat sedikit. Masyarakat sangat mengenal tomat jenis ini, dan biasanya tomat ini banyak digunakan sebagai salad buah, dan kadang kala dimanfaatkan sebagai jus buah.
2. Tomat Plum
Tomat plum yaitu jenis tomat yang bentuk buahnya menyerupai dengan buah plum. Tomat plum memiliki bentuk buah yang bundar lonjong, kulit tipis, daging buah sangat tebal, serta kandungan air yang cukup banyak. Dibeberapa wilayah/daerah, tomat ini sering kali dibudidaya, dan dikenal sebagai tomat rampai (rempa'i = dalam bahasa jawa).
3. Tomat Ceri
Tomat ceri hampir menyerupai dengan tomat plum, memiliki rasa manis, tomat ceri bentuknya agak bundar lonjong kecil, rasanya manis kalau sudah masak, memiliki kandungan air banyak, daging buah agak tebal dengan biji yang banyak. Ketika masih muda, buah tomat ceri berwarna hijau pucat dan ketika sudah masak berwarna merah padam. Tomat ceri di kalangan masyarakat luas dimanfaatkan sebagai tambahan sambal salad, garnising, atau pribadi dimakan dalam keadaan segar.
4. Tomat Pear
Tomat pear memiliki buah menyerupai dengan buah pear hanya saja ukurannya lebih kecil. Tomat jenis ini berasa manis, mempunyai warna buah yang beranekaragam, yaitu orange, merah, dan kuning. Buah tomat pear sangat menarik, rasanya buahnya manis dan sedikit asam, namun tidak terlalu banyak dibudidaya oleh petani Indonesia.
5. Tomat Hijau
Tomat hijau istilah yang sering digunakan untuk menyebut tomat yang belum masak. Tomat hijau yaitu tomat yang sengaja dipanen khusus ketika buahnya masih terlihat hijau tua. Tomat ini biasanya masih memiliki kadar air yang sedikit, rasanya masih masam dan cocok untuk ditambahkan pada menu masakan yang ditumis, dijadikan materi tambahan untuk membuat sambal tomat, saos, dan lain sebagainya.
6. Tomat Beef/Beef Steak
Tomat jenis ini mempunyai bentuk buah yang agak besar dari buah tomat lainnya. Selain daging buahnya yang tebal, juga memiliki biji tidak terlalu banyak, serta tingkat kadar air pun tidak banyak, sehingga tomat jenis ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai perhiasan makanan masakan menyerupai soto, sup, serta dapat ditambahkan pada jus, garnising, sandwich, dan hamburger.
Cara Menanam Buah Tomat di Kebun dan di Sawah dengan Hasil Penen Bagus dan Menguntungkan Petani
Pada adegan ini akan dijelaskan secara terperinci terkait bagaimana cara menanam tomat di kebun dan di sawah sehingga para petani akan memperoleh hasil panen yang bagus, menguntungkan, serta laku keras di pasaran. Namun, untuk memperoleh hasil panen tomat yang produktif, semua proses atau langkah-langkah menanam tomat mulai dari pemilihan bibit hingga aktivitas panen, pascapanen, hingga pemasaran tentunya harus mengikuti prosedur yang terperinci sehingga akan menentukan target serta hasil panen yang dikehendaki. Penting diingat bahwa penanaman tomat baik di kebun maupun di sawah pada dasarnya sama, hanya saja proses penyiraman yang terkadang berbeda. Berikut ini penjelasannya:
1. Pemilihan Bibit Tomat Unggul
Pemilihan bibit tomat unggul yaitu adegan terpenting dalam menanam tomat yang baik. Bibit tomat dapat dibeli di pasaran atau tokoh tanaman yang khusus menjual bibit tomat tersebut. Petani tomat yang sudah profesional terkadang mereka memproduksi sendiri bibit tomat lokal dengan aneka macam varietas sehingga tak ada salahnya kalau Anda mencoba untuk membeli kepada petani ini. Pemilihan bibit yang hendak dibudidaya sebaiknya pilihlah bibit sesuai varietas yang hendak ditanam, pastikan bibit dalam keadaan kering dan tidak berbau, bibit harus terbebas dari kutu, dan pastikan pula bibit dalam keadaan terbungkus rapih (jika bibit dibeli di pasaran). Jika bibit telah dibeli dan ditentukan, langkah selanjutnya yaitu pengelolaan tanah di lahan kebuh atau sawah.
2. Pengolahan Tanah dan Penanam Bibit Tomat
Tanah yang hendak ditanami tanaman tomat penting untuk diolah terlebih dahulu. Pengolahan tanah pertanian tersebut dapat dilakukan dengan cara membajak sawah dengan alat berat traktor atau dengan hewan ternak layaknya sapi atau kerbau. Tanah dibajak hingga mencapai ketinggian 28-30cm, dan pastikan tanah dalam keadaan lembab. Setelah itu, tanah yang sudah dibajak dibuat gulutan/bedengan-bedengan dengan ketinggian 30-40 cm, serta lebarnya 100-120cm. Sementara itu untuk panjang gulutan/bedengan diadaptasi dengan luas lahan kebun atau sawah. Setelah bedengan terbentuk, buatlah: (1) bedengan khusus untuk menyemai bibit-bibit tomat, yaitu dengan cara membuat bedengan khusus untuk menyemai bibit tomat dengan panjang, tinggi, dan lebar tanaman sesuai yang diinginkan dan banyaknya bibit. Bibit yang sudah dibeli sebaiknya pribadi disemai dengan cara ditaburkan di atas tanah bedengan tersebut, kemudian bibit-bibit itu ditutup tipis dengan pupuk sangkar yang sudah dicampurkan tanah dengan perbandingan tanah:pupuk=4:1. Bibit biasanya akan tumbuh kalau penyiraman dilakukan secara teratur (minimal 2xsehari,dan pastikan tekstur tanah tetap lembab). Bibit akan mulai dapat ditanam kalau bibit berusia 15 hari dengan tinggi bibit yang sudah tumbuh sekitar 15-17cm, dan ke-(2), buatlah bedengan-bedengan khusus untuk menanam bibit tanam yang sudah tumbuh tadi. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat lubang tanam pada bedengan-bedengan yang sudah terbentuk sesuai ukuran yang disebutkan di atas. Jarak antara lubang tanam satu dengan lainnya berkisar antara 30-32cm. Setiap lubang tanam dapat diberikan pupuk kandang/kompos, setelah itu bibit yang sudah tumbuh ditanam pada lubang tanam tersebut, kemudian tutup dengan tanah sesuai kebutuhan, pastikan penanam dilakukan pada waktu sore hari untuk mencegah biar tanaman tidak mudah layu.
3. Perawatan Dasar Tanaman Tomat
Setelah bibit tomat yang sudah tumbuh ditanam pada lahan perkebunan atau sawah, maka selanjutnya petani harus melaksanakan perawatan biar tanaman tomat dapat tumbuh secara baik. Perawatan dasar tanaman tomat meliputi beberapa hal seperti; penyiraman, penyiangan, pemupukan, serta penyemprotan hama dan penyakit tanaman. (1). Penyiraman, tanaman tomat sebaiknya rutin dilakukan minimal 1-2 kali dalam sehari dan tentunya melihat kelembaban tanah. Jika tanah di sekitar tanaman terlihat kering maka dapat dilakukan penyiraman. Penyiraman bertujuan untuk mencegah biar tanaman tidak rentan kekurangan mineral, menjaga tanah biar tetap lembab, serta mencegah terjadinya dihidrasi tanaman. Jika seandainya tanaman mengalami dehidrasi akhir kekurangan cairan, maka bisa jadi tanaman akan rentan mengalami penyakit, organ tanaman akan mudah layu dan mati, pertumbuhan tanaman terhambat, serta terkadang akan mengalami defisiensi (kekurangan) nutrisi tanaman. (2) Penyiangan, bertujuan untuk mencegah pertumbuhan rumput-rumput liar (gulma) di sekitar akar tanaman. Jika gulma tidak dicabut/dibuang, maka kemungkinan besar akan terjadi perebutan nutrisi/unsur hara di lokasi lahan tanam. Penyiangan dapat dilakukan dengan mengoret gulma menggunakan cangkul/arit/pencong, serta penyiangan harus benar-benar mencabut gulma hingga adegan akar biar gulma tidak mudah tumbuh kembali. (3) Pemupukan, pemupukan tahap dua yaitu dengan menggunakan pupuk urea, KCL atau pupuk sejenisnya. Pupuk-pupuk ini diberikan pada dikala tanaman berusia 1 bulan, 2 bulan. derma pupuk dilakukan dengan cara diletakan pada adegan samping akar tanaman. Ingat usahakan jangan hingga pupuk tersebut menyentuh adegan daun atau akar tanaman karena akan rentan terjadinya penguningan daun, serta akar akan mudah rusak. (4). Penyemprotan hama dan penyakit tanaman, dilakukan dengan tujuan untuk mencegah ara tidak terjadinya serangan penyakit dan hama pada adegan organ tanaman tomat. Menanam tomat di kebun dan di sawah memang harus secara intensif diperhatikan, alasannya yaitu terkadang adegan daun yaitu sangat rentan dimakan ulat, wereng, sehingga penting dilakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida maupun pestisida sesuai dosis yang dianjurkan.
4. Kegiatan Panen, Pascapanen, dan Pemasaran Buah Tomat
Panen tomat yaitu aktivitas yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Umumnya pemanenan buah tomat dilakukan pada dikala sore hari. Karakteristik atau ciri-ciri buah tomat yang sudah siap panen yaitu mempunyai buah yang berwarna merah, agak kuning, atau hijau renta dan semua ini tentunya diadaptasi dengan harga pasar pada dikala itu, atau diadaptasi dengan kebutuhan yang ada. Panen tomat dilakukan dengan menyortir (memilih) tomat yang berukuran besar, sudah tua, dan memiliki daging buah yang sudah mantap.
Buah-buah yang sudah dipetik selanjutnya dimasukkan ke dalam bakul atau kerangjang yang terbuat dari bilah bambu. Sebaiknya hindari penggunaan karung plastik untuk menyimpan buah tomat, karena selain rentan terjadinya luka pada buah tomat, kebusukan, serta sangat mudah membuat buah tomat menjadi masak akhir banyaknya asam absisat yang ada di dalam karung apabila karung ditutup atau diikat dengan tali. Pemanenan buah tomat dilakukan secara berjenjang, bisa dua hari sekali, atau tiga hingga empat hari sekali dan tentunya melihat kondisi buah apakah sudah siap panen atau belum. Buah-buah yang sudah dipanen tadi selanjutnya dapat didistribusikan baik di pasar tradisional maupun di pasar modern, atau toko swalayan. Harga rata-rata tomat atau rampai setiap kilogramnya di Pasar Natar Lampung Selatan dijatuhkan harga berkisar Rp.5.000,00-, hingga Rp.9.000,00,- , dan tentunya ini belum termasuk harga mutlak untuk tempat lain di Indonesia. Membudidaya dan menanam buah tomat di kebun dan di sawah ternyata sangat mudah dilakukan, apabila bisnis pertanian ini dikembangkan secara baik dan terencana, tentunya akan menghasilkan prospek panen yang menjanjikan. Selamat mencoba untuk: "cara menanam buah tomat di kebun dan di sawah dengan hasil panen bagus+menguntungkan bagi petani". Semoga bermanfaat. mari menanam aneka macam jenis tanaman di lingkungan tempat kita tinggal, ayo menanam...dan jayalah petani negeriku, Indonesia.
![]() |
Gambar Original Oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Setiap orang pasti sudah mengenal tomat. Tomat dapat ditanam baik di tempat berdataran rendah maupun tempat berdataran tinggi. Umumnya, para petani sayur dan buah menanam tomat di lahan pekarangan rumah mereka, di sawah maupun di kebun atau ladang. Tentu spesifikasi penanaman tomat kadang bervariasi, ada yang menanamnya pribadi di bedengan-bedengan sawah atau kebun, ada yang menggunakan wadah kantong plastik (polybek), ada yang menggunakan sistem tumpang sari, menanam di lahan miring (terrasering), dan lain sebagainya. Cara-cara menanam tomat menyerupai ini bahwasanya sangat efektif dan menjadi pilihan petani untuk mengujicoba kira-kira dengan teknik mana yang tepat biar hasil panen bagus+menguntungkan.
Sentra dan tempat pembudidayaan tanaman tomat hampir dilakukan di seluruh tempat di Indonesia. Namun, beberapa tempat yang sangat prospek untuk ditanami tanaman tomat menyerupai di Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Jawa Tengah, Madura, Kalimantan Barat, Maluku, Jawa Timur. Usaha menanam tomat di kebun dan di sawah dapat dikembangkan dengan baik oleh para masyarakat petani baik secara individual (skala kecil dan menengah), maupun bisnis tomat secara besar-besaran dengan cara dilakukan bahu-membahu (melalui kelompok tani).
Buah tomat memiliki segudang manfaat yang sudah terkenal ribuan tahun yang lalu. Dalam dunia kuliner, buah tomat banyak dijadikan sebagai bumbu masak, pemberi cita-rasa makanan, dijadikan jus buah, serta menu makanan dan minuman lainnya. Dalam perkembangan dunia kedokteran, buah tomat banyak dimanfaatkan sebagai materi penelitian terkait uji vitamin C, mengobati pasien penderita penyakit rongga verbal menyerupai kanker mulut, sariawan, bibir pecah-pecah, kontipasi, serta mengobati penderita ekskim, dan pasien penderita kegemukan. Buah tomat banyak dimanfaatkan masyarakat luas sebagai diet sehat, alasannya yaitu buah tomat memiliki banyak vitamin dan mineral. Tak heran kalau kandungan vitamin C pada 1 butir buah tomat berkisar antara 90-100mg dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Seperti diketahui bahwa vitamin C pada buah tomat sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas di dalam badan yang menyebabkan aneka macam jenis penyakit menyerupai kanker, penyakit susukan paru, katarak, dan lain sebagainya.
Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman Tomat/Rampai
Tanaman tomat mempunyai karakteristik yang menonjol seperti; daun berbentuk lembaran dengan pertulangan daun tidak sejajar, daun berwarna hijau, memiliki batang, memiliki akar serabut sehingga dikenal sebagai tumbuhan monokotil, tangkai buah tomat menempel pada ketiak daun atau di ketiak batang, buah tomat berwarna hijau pada dikala muda dan berwarna merah ketika sudah matang (masak). Bunga tomat berwarna putih dan kadang kala ada yang berwarna kuning, merupakan bunga sempurna, dan bunga memiliki kelipatan 4 atau lebih.
Seperti pada tanaman lainnya, tanaman tomat juga memiliki beberapa syarat tumbuh, seperti: (1). Cocok ditanam di lahan kebun maupun sawah, dan ini sudah banyak dilakukan oleh para petani-petani di tanah air dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah atau sawahnya untuk ditanami buah tomat secara periodik melihat musim. (2). Jenis tanah, tanaman tomat sangat baik ditanam pada lahan dengan tanah yang subur mengandung banyak unsur hara penting terutama unsur Nitrogen (N), Phosfor (P), Kalium (K), Calcium (Ca), dan Natrium (Na) yang tinggi. Keberadaan unsur hara ini akan sangat penting dalam menunjang masa pertumbuhan dan perkembangan organ terutama organ akar, batang, daun, serta mensugesti laju pembungaan dan cepat lambatnya proses pembuahan pada tanaman tomat. Tanah jenis gambut, tanah berpasir, tanah kapur, tanah aluvial, tanah andosol, dan tanah liat berlempung sangat cocok kalau ditanami tanaman tomat. (3). Faktor suhu dan kelembaban, hal ini sangat penting sebagai penunjang faktor eksternal tanaman. Suhu optimum yang baik untuk menanam buah tomat di kebun dan di sawah yaitu berkisar antara suhu 21 hingga 27 derajat celicus, dengan kelembaban rata-rata berkisar 70-80%. (4). Pencahayaan sinar matahari, tak dipungkiri bahwa cahaya matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis tanaman serta bisa membunuh predator absurd baik dari kalangan serangga, basil penyebab pembusukan pada buah dan akar, maupun jamur/kapang. Tanaman tomat harus ditanam pada lahan dengan tingkat penyinaran tinggi yaitu penyinaran dari cahaya matahari pribadi setiap harinya. Akibat kalau tanaman tomat tidak diberikan asupan cahaya matahari yang banyak akan menjadikan terjadinya peristiwa etiolasi pada tanaman, dimana tanaman akan rentan terserang penyakit terutama dari kalangan jamur, serta akan membuat tanaman nampak tidak sehat, daun dan organ badan lainnya terlihat lesu dan pucat. Oleh alasannya yaitu itu, penting sekali bagi para petani untuk memperhatikan kualitas cahaya yang menjadi faktor pertama untuk memperoleh tanaman yang sehat dan segar. (5). Curah Hujan, menjadi salah satu faktor penting selain 4 faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Curah hujan diharapkan untuk memperbaiki kualitas tanaman, yaitu untuk tanaman tomat diharapkan curah hujan berkisar antara 600-900mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi juga sangat tidak baik bagi buah tomat yang sudah masak. Dan hendaknya ketika menanam tanaman tomat terutama yang ada di lahan persawahan, usahakan irigasi (pengairan) lahan pertanian harus bagus, teratur, dan dipantau secara baik.
Jenis-Jenis Tanaman Tomat Yang Sering Dibudidaya Oleh Petani
![]() |
Gambar original oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Buah tomat memiliki banyak jenis dan ragamnya. Umumnya ada beberapa jenis-jenis tanaman tomat yang dibudidaya oleh petani baik di kebun maupun di sawah. Diantaranya adalah:
1. Tomat Anggur
Tomat anggur memiliki buah yang bergerombol atau berkelompok-kelompok, serta berkoloni menyerupai layaknya buah anggur. Tomat anggur yaitu jenis tomat dengan buah yang lebih kecil daripada jenis tomat lainnya.Tomat anggur memiliki rasa manis, buah berbentuk bulat-bulat, daging buah tebal, serta kandungan air amat sedikit. Masyarakat sangat mengenal tomat jenis ini, dan biasanya tomat ini banyak digunakan sebagai salad buah, dan kadang kala dimanfaatkan sebagai jus buah.
2. Tomat Plum
Tomat plum yaitu jenis tomat yang bentuk buahnya menyerupai dengan buah plum. Tomat plum memiliki bentuk buah yang bundar lonjong, kulit tipis, daging buah sangat tebal, serta kandungan air yang cukup banyak. Dibeberapa wilayah/daerah, tomat ini sering kali dibudidaya, dan dikenal sebagai tomat rampai (rempa'i = dalam bahasa jawa).
3. Tomat Ceri
Tomat ceri hampir menyerupai dengan tomat plum, memiliki rasa manis, tomat ceri bentuknya agak bundar lonjong kecil, rasanya manis kalau sudah masak, memiliki kandungan air banyak, daging buah agak tebal dengan biji yang banyak. Ketika masih muda, buah tomat ceri berwarna hijau pucat dan ketika sudah masak berwarna merah padam. Tomat ceri di kalangan masyarakat luas dimanfaatkan sebagai tambahan sambal salad, garnising, atau pribadi dimakan dalam keadaan segar.
4. Tomat Pear
Tomat pear memiliki buah menyerupai dengan buah pear hanya saja ukurannya lebih kecil. Tomat jenis ini berasa manis, mempunyai warna buah yang beranekaragam, yaitu orange, merah, dan kuning. Buah tomat pear sangat menarik, rasanya buahnya manis dan sedikit asam, namun tidak terlalu banyak dibudidaya oleh petani Indonesia.
5. Tomat Hijau
Tomat hijau istilah yang sering digunakan untuk menyebut tomat yang belum masak. Tomat hijau yaitu tomat yang sengaja dipanen khusus ketika buahnya masih terlihat hijau tua. Tomat ini biasanya masih memiliki kadar air yang sedikit, rasanya masih masam dan cocok untuk ditambahkan pada menu masakan yang ditumis, dijadikan materi tambahan untuk membuat sambal tomat, saos, dan lain sebagainya.
6. Tomat Beef/Beef Steak
Tomat jenis ini mempunyai bentuk buah yang agak besar dari buah tomat lainnya. Selain daging buahnya yang tebal, juga memiliki biji tidak terlalu banyak, serta tingkat kadar air pun tidak banyak, sehingga tomat jenis ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai perhiasan makanan masakan menyerupai soto, sup, serta dapat ditambahkan pada jus, garnising, sandwich, dan hamburger.
Cara Menanam Buah Tomat di Kebun dan di Sawah dengan Hasil Penen Bagus dan Menguntungkan Petani
Pada adegan ini akan dijelaskan secara terperinci terkait bagaimana cara menanam tomat di kebun dan di sawah sehingga para petani akan memperoleh hasil panen yang bagus, menguntungkan, serta laku keras di pasaran. Namun, untuk memperoleh hasil panen tomat yang produktif, semua proses atau langkah-langkah menanam tomat mulai dari pemilihan bibit hingga aktivitas panen, pascapanen, hingga pemasaran tentunya harus mengikuti prosedur yang terperinci sehingga akan menentukan target serta hasil panen yang dikehendaki. Penting diingat bahwa penanaman tomat baik di kebun maupun di sawah pada dasarnya sama, hanya saja proses penyiraman yang terkadang berbeda. Berikut ini penjelasannya:
1. Pemilihan Bibit Tomat Unggul
Pemilihan bibit tomat unggul yaitu adegan terpenting dalam menanam tomat yang baik. Bibit tomat dapat dibeli di pasaran atau tokoh tanaman yang khusus menjual bibit tomat tersebut. Petani tomat yang sudah profesional terkadang mereka memproduksi sendiri bibit tomat lokal dengan aneka macam varietas sehingga tak ada salahnya kalau Anda mencoba untuk membeli kepada petani ini. Pemilihan bibit yang hendak dibudidaya sebaiknya pilihlah bibit sesuai varietas yang hendak ditanam, pastikan bibit dalam keadaan kering dan tidak berbau, bibit harus terbebas dari kutu, dan pastikan pula bibit dalam keadaan terbungkus rapih (jika bibit dibeli di pasaran). Jika bibit telah dibeli dan ditentukan, langkah selanjutnya yaitu pengelolaan tanah di lahan kebuh atau sawah.
2. Pengolahan Tanah dan Penanam Bibit Tomat
Tanah yang hendak ditanami tanaman tomat penting untuk diolah terlebih dahulu. Pengolahan tanah pertanian tersebut dapat dilakukan dengan cara membajak sawah dengan alat berat traktor atau dengan hewan ternak layaknya sapi atau kerbau. Tanah dibajak hingga mencapai ketinggian 28-30cm, dan pastikan tanah dalam keadaan lembab. Setelah itu, tanah yang sudah dibajak dibuat gulutan/bedengan-bedengan dengan ketinggian 30-40 cm, serta lebarnya 100-120cm. Sementara itu untuk panjang gulutan/bedengan diadaptasi dengan luas lahan kebun atau sawah. Setelah bedengan terbentuk, buatlah: (1) bedengan khusus untuk menyemai bibit-bibit tomat, yaitu dengan cara membuat bedengan khusus untuk menyemai bibit tomat dengan panjang, tinggi, dan lebar tanaman sesuai yang diinginkan dan banyaknya bibit. Bibit yang sudah dibeli sebaiknya pribadi disemai dengan cara ditaburkan di atas tanah bedengan tersebut, kemudian bibit-bibit itu ditutup tipis dengan pupuk sangkar yang sudah dicampurkan tanah dengan perbandingan tanah:pupuk=4:1. Bibit biasanya akan tumbuh kalau penyiraman dilakukan secara teratur (minimal 2xsehari,dan pastikan tekstur tanah tetap lembab). Bibit akan mulai dapat ditanam kalau bibit berusia 15 hari dengan tinggi bibit yang sudah tumbuh sekitar 15-17cm, dan ke-(2), buatlah bedengan-bedengan khusus untuk menanam bibit tanam yang sudah tumbuh tadi. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat lubang tanam pada bedengan-bedengan yang sudah terbentuk sesuai ukuran yang disebutkan di atas. Jarak antara lubang tanam satu dengan lainnya berkisar antara 30-32cm. Setiap lubang tanam dapat diberikan pupuk kandang/kompos, setelah itu bibit yang sudah tumbuh ditanam pada lubang tanam tersebut, kemudian tutup dengan tanah sesuai kebutuhan, pastikan penanam dilakukan pada waktu sore hari untuk mencegah biar tanaman tidak mudah layu.
3. Perawatan Dasar Tanaman Tomat
Setelah bibit tomat yang sudah tumbuh ditanam pada lahan perkebunan atau sawah, maka selanjutnya petani harus melaksanakan perawatan biar tanaman tomat dapat tumbuh secara baik. Perawatan dasar tanaman tomat meliputi beberapa hal seperti; penyiraman, penyiangan, pemupukan, serta penyemprotan hama dan penyakit tanaman. (1). Penyiraman, tanaman tomat sebaiknya rutin dilakukan minimal 1-2 kali dalam sehari dan tentunya melihat kelembaban tanah. Jika tanah di sekitar tanaman terlihat kering maka dapat dilakukan penyiraman. Penyiraman bertujuan untuk mencegah biar tanaman tidak rentan kekurangan mineral, menjaga tanah biar tetap lembab, serta mencegah terjadinya dihidrasi tanaman. Jika seandainya tanaman mengalami dehidrasi akhir kekurangan cairan, maka bisa jadi tanaman akan rentan mengalami penyakit, organ tanaman akan mudah layu dan mati, pertumbuhan tanaman terhambat, serta terkadang akan mengalami defisiensi (kekurangan) nutrisi tanaman. (2) Penyiangan, bertujuan untuk mencegah pertumbuhan rumput-rumput liar (gulma) di sekitar akar tanaman. Jika gulma tidak dicabut/dibuang, maka kemungkinan besar akan terjadi perebutan nutrisi/unsur hara di lokasi lahan tanam. Penyiangan dapat dilakukan dengan mengoret gulma menggunakan cangkul/arit/pencong, serta penyiangan harus benar-benar mencabut gulma hingga adegan akar biar gulma tidak mudah tumbuh kembali. (3) Pemupukan, pemupukan tahap dua yaitu dengan menggunakan pupuk urea, KCL atau pupuk sejenisnya. Pupuk-pupuk ini diberikan pada dikala tanaman berusia 1 bulan, 2 bulan. derma pupuk dilakukan dengan cara diletakan pada adegan samping akar tanaman. Ingat usahakan jangan hingga pupuk tersebut menyentuh adegan daun atau akar tanaman karena akan rentan terjadinya penguningan daun, serta akar akan mudah rusak. (4). Penyemprotan hama dan penyakit tanaman, dilakukan dengan tujuan untuk mencegah ara tidak terjadinya serangan penyakit dan hama pada adegan organ tanaman tomat. Menanam tomat di kebun dan di sawah memang harus secara intensif diperhatikan, alasannya yaitu terkadang adegan daun yaitu sangat rentan dimakan ulat, wereng, sehingga penting dilakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida maupun pestisida sesuai dosis yang dianjurkan.
4. Kegiatan Panen, Pascapanen, dan Pemasaran Buah Tomat
Panen tomat yaitu aktivitas yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Umumnya pemanenan buah tomat dilakukan pada dikala sore hari. Karakteristik atau ciri-ciri buah tomat yang sudah siap panen yaitu mempunyai buah yang berwarna merah, agak kuning, atau hijau renta dan semua ini tentunya diadaptasi dengan harga pasar pada dikala itu, atau diadaptasi dengan kebutuhan yang ada. Panen tomat dilakukan dengan menyortir (memilih) tomat yang berukuran besar, sudah tua, dan memiliki daging buah yang sudah mantap.
![]() |
Gambari original oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Buah-buah yang sudah dipetik selanjutnya dimasukkan ke dalam bakul atau kerangjang yang terbuat dari bilah bambu. Sebaiknya hindari penggunaan karung plastik untuk menyimpan buah tomat, karena selain rentan terjadinya luka pada buah tomat, kebusukan, serta sangat mudah membuat buah tomat menjadi masak akhir banyaknya asam absisat yang ada di dalam karung apabila karung ditutup atau diikat dengan tali. Pemanenan buah tomat dilakukan secara berjenjang, bisa dua hari sekali, atau tiga hingga empat hari sekali dan tentunya melihat kondisi buah apakah sudah siap panen atau belum. Buah-buah yang sudah dipanen tadi selanjutnya dapat didistribusikan baik di pasar tradisional maupun di pasar modern, atau toko swalayan. Harga rata-rata tomat atau rampai setiap kilogramnya di Pasar Natar Lampung Selatan dijatuhkan harga berkisar Rp.5.000,00-, hingga Rp.9.000,00,- , dan tentunya ini belum termasuk harga mutlak untuk tempat lain di Indonesia. Membudidaya dan menanam buah tomat di kebun dan di sawah ternyata sangat mudah dilakukan, apabila bisnis pertanian ini dikembangkan secara baik dan terencana, tentunya akan menghasilkan prospek panen yang menjanjikan. Selamat mencoba untuk: "cara menanam buah tomat di kebun dan di sawah dengan hasil panen bagus+menguntungkan bagi petani". Semoga bermanfaat. mari menanam aneka macam jenis tanaman di lingkungan tempat kita tinggal, ayo menanam...dan jayalah petani negeriku, Indonesia.