Widget HTML Atas

4 TANAMAN APOTEK HIDUP Yang Berfungsi Sebagai Herbal Alami

Istilah dari penamaan tanaman apotek hidup lebih ditujukan kepada jenis-jenis tanaman pekarangan rumah yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman herbal alami untuk penyembuhan banyak sekali jenis penyakit, baik itu penyakit yang sifatnya ringan ataupun jenis penyakit yang bersifat berat. Namun, kebanyakan penanaman tanaman apotek hidup yang dilakukan oleh masyarakat petani dan pekebun atau penggemar tanaman, mereka lebih sering menanam tumbuhan apotek hidup yang berasal dari suku jahe-jahean (Zingibericeae), ataupun suku kunyit-kunyitan, dan beberapa suku tanaman lainnya yang mempunyai rhizoma (rimpang). Walaupun demikian, bekerjsama tanaman apotek hidup tidak hanya dari suku tanaman yang memiliki rimpang saja, akan tetapi beberapa tanaman dikotil dan monokotil lainnyapun dapat dijadikan sebagai tanaman pekarangan yang berguna sebagai 0bat, ibarat diantaranya kumis kucing, sambiloto, cabai jawa, meniran, ciplukan, dan jenis tumbuhan lainnya.

Sebenarnya tanaman apotek hidup ini sudah banyak diketahui oleh banyak kalangan, termasuk untuk masyarakat Indonesia tanaman ini sudah dikenal beratus-ratus tahun lamanya. Sehingga tidak heran jikalau orang jaman dulu lebih banyak melibatkan tanaman apotek hidup sebagai herbal alamiah untuk menyembuhkan banyak sekali penyakit yang menyerang tubuh.

Di banyak sekali tempat di Indonesia, tanaman apotek hidup telah banyak dibudidaya oleh masyarakat petani setempat, baik itu di lahan-lahan pertanian tadah hujan, di area tegalan, di sawah, maupun di lahan-lahan lempung berpasir yang banyak terdapat di lereng pegunungan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa, tanaman apotek ini dapat ditanam di lingkungan tempat tinggal Anda, yakni bisa dilakukan di halaman depan atau samping rumah, atau di perkebunan-perkebunan holtikultura yang ada di wilayah tempat tinggal Anda.

Tanaman Kunyit Sebagai Apotek Hidup
Tanaman Kunyit Sebagai Apotek Hidup, Foto Original: Guruilmuan

Sebelum membudidaya (menanam) tanaman apotek hidup ini, maka tak ada salahnya terlebih dahulu Anda mengenal beberapa jenis tanaman yang termasuk tanaman apotek.

1. Kunyit

Kunyit dalam bahasa jawa sangat terkenal dengan sebutan "kunir". Kunyit ini mempunyai rhizoma ibarat umbi yang berguna sebagai tanaman herbal. Ciri dari tanaman kunyit adalah, rhizomanya berwarna kuning jikalau dibelah menggunakan pisau, mempunyai batang semu yang beruas-ruas, daunnya berbentuk pelepah memanjang, tergolong tumbuhan monokotil alasannya tidak mempunyai batang yang sesungguhnya. Kunyit mengandung beberapa senyawa kimia penting yang dapat membantu dalam penyembuhan banyak sekali penyakit seperti: Sakit perut (mules), gejala nafsu makan menurun, memberi cita rasa pada masakan berkuah, menghilangkan busuk bacin pada makanan ikan-ikanan, serta masih banyak lagi manfaatnya. Kunyit juga mengandung flavonoid dan minyak atsiri yang merupakan komponen penyusun pada tumbuhan yang salah satu perannya sangat penting untuk metabolisme sel tubuh.

2. Kencur

Kencur banyak dibudidaya oleh petani dan penggemar tanaman baik yang ada di kota maupun di wilayah perkotaan. Kencur sangat cocok ditanam baik di lahan terbuka maupun menggunakan pot-pot polybag. Kencur mempunyai ciri/karakteristik badan ibarat rhizoma berwarna kuning keputihan. Kencur dapat dimanfaatkan untuk banyak sekali kepentingan, ibarat untuk pengobatan sakit batuk-pilek, meriang, meredakan sakit tenggorokan, sebagai pemberi aroma sedap pada menu masakan pecel lele dan lainnya. Beberapa masyarakat menganggap bahwa apabila seseorang mengonsumsi kencur dapat membuat bunyi menjadi lebih indah.

3. Jahe

Jahe juga termasuk tumbuhan apotek hidup. Jahe banyak dibudidaya oleh masyarakat petani di banyak sekali tempat di Indonesia. Jahe dimanfaatkan untuk banyak sekali kepentingan, ibarat jikalau jahe dibuat minuman/diseduh dengan air hangat, maka akan menunjukkan kehangatan pada lambung sehingga tidak mudah meriang (sakit).

Selain itu, jahe terbukti ampuh bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, sehingga memungkinkan seseorang akan terhindar dari banyak sekali penyakit degeneratif ibarat jantung koroner, strok, darah tinggi (hipertensi), arteriosklerosis, asam urat, dan lain sebagainya. Jahe mengandung banyak sekali senyawa fitokimia yang disekresikan dari organ tumbuhan yang terdapat ibarat pada batang tanaman, rhizoma (rmpang), daun, bunga, biji, maupun pada akarnya. Sehingga, jahe banyak mengandung senyawa flavonoid dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan sebagai penangkal radikal bebas di udara, sehingga fungsinya hampir sama layaknya ibarat vitamin C.

4. Laos (Lengkuas)

Tanaman laos ini biasanya menjadi sapaan bersahabat bagi masyarakat Indonesia. Namun, beberapa orang menyebutnya sebagai tanaman lengkuas. Lengkuas telah banyak dibudidaya oleh masyarakat Indonesia semenjak jaman dahulu kala, dan kehadiran tanaman ini di bumi bisa menunjukkan sumbangsih penting baik dalam dunia medis (kesehatan), dunia pertanian, dan industri makanan dan 0bat.

Morfologi Tanaman Lengkuas
Morfologi Tanaman Lengkuas, Dokumen Foto Original By: Guruilmuan

Dalam dunia medis, rimpang lengkuas banyak dimanfaatkan untuk penyembuhan luka memar, sebagai penyembuhan penyakit demam, anyang-anyangan (banyak kencing), tukak lambung, demam berdarah, dan lainnya. Sementara itu, kandungan flavonoid dan minyak atsiri pada tanaman ini sangat berguna dalam menurunkan kadar gula dalam darah yang tinggi serta untuk acara diet, yakni dengan mencampurkannya sebagai bumbu masak sehari-hari.

Demikianlah gosip tentang, 4 tanaman apotek hidup yang berfungsi sebagai herbal alami. Jika tertarik dengan artikel di atas, maka tak ada salahnya Anda segera mencoba untuk membudidaya tanaman apotek hidup di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda. Semoga apa yang disajikan pada uraian singkat di atas dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Salam sehat bersama tanaman apotek hidup.