Widget HTML Atas

5 Cara Memelihara Benih Tomat Rampai Agar Sehat dan Kuat

Memelihara bibit tomat rampai yang telah disemai memang sangat dianjurkan bagi pembudidaya tomat rampai tersebut. Tanaman rampai akan tumbuh baik apabila menerima perawatan yang baik juga.

Tanaman tomat rampai ketika ini dapat dikembangkan dalam banyak sekali model/metode secara modern baik dengan teknik vertikultur, hidroponik, maupun ditanam manual di lahan perkebunan hortikultura buah maupun sayur mayur.

Pemeliharaan tanaman tomat rampai tidak jauh berbeda dengan tanaman lain pada umumnya, sehingga tidak terlalu menyulitkan bagi para petani/pekebun di Indonesia.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk merawat tanaman tomat rampai, khususnya pada ketika pembenihan biji, diantaranya yaitu:

(1). Penyiraman

Ini merupakan tahapan yang paling terpenting, sehingga proses penyiraman memang harus dilakukan semenjak penyemaian pertama di awal hingga tanaman benar-benar sudah memiliki plunula (cikal bakal daun muda), akar dan batang yang sudah tumbuh baik.

Perlu diingat bahwa penyiraman dilakukan dengan cara menggunakan air bersih kemudian dimasukan ke dalam alat penyemprot khusus benih, sehingga air yang disemprotkan ke media tanam lahan akan menjadi lebih merata.

Penyiraman sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari menjelang pukul 07.00 pagi, dan dapat juga dilakukan pada waktu sore hari semoga bibit cukup memperoleh air supaya tanaman tomat rampai tersebut tidak mengalami dehidrasi.

Penyiraman dengan air bersih juga dapat mempercepat laju perkecambahan biji, alasannya pada ketika biji terkena air, maka masa dormansi (masa istirahat) biji berakhir, sehingga terjadilah proses masuknya air ke dalam sela-sela sel biji dan pada alhasil merangsang hormon giberelin pada biji untuk berkecambah. Sehingga penyiraman ialah hal mutlak dalam penyemaian biji-bijian tanaman tertentu.

Hasil Penyemaian Benih Rampai Sehat dan Kuat
Hasil Penyemaian Benih Rampai Sehat dan Kuat, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

(2). Pemupukan

Pemupukan sangat dianjurkan dilakukan pada waktu mulai pertama kali membuat lahan semai, yaitu caranya dengan menyampurkan pupuk sangkar dari kotoran ayam kering dengan tanah liat, kemudian bentuk menjadi lahan semai dengan ukuran tertentu, lalu lembabkan tanah barulah bibit disemai.

Pemupukan juga dilakukan pada waktu umur tanaman benih mencapai umur 7 hari dengan memberi pupuk daun/kompos maupun mampu menggunakan pupuk dari kotoran hewan ternak sapi atau kambing. Pilih salah satu dari jenis pupuk-pupuk organik tersebut. Dan perlu diperhatikan bahwa pada masa pembenihan bibit, sebaiknya hindari penggunaan pupuk-pupuk anorganik supaya tanaman muda tidak kaget yang berujung pada kematian tanaman benih.

(3) Penyinaran Cahaya Yang Cukup

Sebaiknya pembenihan bibit tomat rampai dilakukan di lahan terbuka ibarat lahan persawahan/kebun dengan dibuatkan bedengan dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan bibit yang hendak disemai.

Penggunaan lahan terbuka untuk pembenihan memang terbukti sangat efektif sekali untuk menawarkan bahwa cahaya matahari dapat pribadi mengenai sentra tanaman tumbuh, sehingga proses fotosintesis pada tanaman tomat berjalan baik dan lancar.

Penanaman/pembenihan tomat rampai di daerah yang gelap justru akan membuat tanaman menjadi lebih cungkring/pertumbuhan batangnya menjadi ramping dan tinggi-tinggi. Karena pada daerah yang gelap hormon auksin pada tanaman tomat akan bekerja lebih giat dibandingkan jikalau ditempat yang jelas (terkena sumber cahaya matahari langsung).

Oleh alasannya itulah, sebaiknya penanaman bibit tomat sebaiknya di daerah yang jelas terkena cahaya matahari langsung. Sebab, cahaya matahari juga secara pribadi dapat membuat benih tomat rampai menjadi lebih sehat dan kuat.

(4). Gunakan Serat Jerami Padi/Daun Rumbia Yang Kering

Pada ketika penyemaian bibit rampai, sebaiknya tutuplah bibi-biji tersebut dengan menggunakan serat jerami padi/daun rumbia kering yang disusun di atas biji-biji yang gres disemai. Tujuan perlakuan semacam ini untuk menjaga kelembaban tanah semoga tetap tercukupi kandungan air tanahnya, sehingga proses perkecambahan biji tomat akan berjalan efektif.

(5). Buatlah Gubuk-Gubukan

Membuat rumah-rumahan/gubuk di atas tanaman rampai juga dapat dilakukan dengan menggunakan daun kelapa yang dianyam atau daun-daun kelapa yang diajarkan secara renggam di atas benih yang sudah tumbuh. Tujuannya untuk mengurangi dan menghalau apabila sewaktu-waktu benih muda yang berkecambah mendapat intensitas hujan tinggi maupun topan yang tak terkendali.

Itulah tadi 5 tips/cara dalam perawatan benih tomat rampau semoga sehat dan kuat. Semoga informasi di atas dapat memberi pencerahan kepada rekan-rekan petani maupun pekebun dimana saja anda berada.

Akhirnya, selamat mempraktekan cara merawata benih tomat, semoga berhasil. Salam budidaya pertanian, ayo menanam. Baca dan klik juga artikel berikut ini: Cara Semai Bibit Tomat Rampai Bintang Asia.