Cara Budidaya Bayam Hijau Dari Biji Secara Organik untuk Hasil Panen Menguntungkan
Ada dua jenis macam bayam, yang pertama jenis bayam cabut yang terdiri dari bayam hijau dan bayam merah. Cirinya, lebar daun relatif kecil, bayam hijau daunnya agak lebar, berwarna hijau terperinci agak keputih-putihan, sementara itu untuk bayam merah warna batangnya yaitu merah hati cenderung gelap. Jenis kedua, bayam yang berdaun lebar atau bayam raja. Warna daunnya hijau renta cenderung keabu-abuan, tumbuh bangun tegak, dengan cara memanennya dapat dipotong atau dicabut.
Dari segi metode yang dilakukan, cara budidaya tanaman bayam hijau secara organik mempunyai perlakukan yang sama dengan budidaya tanaman bayam hijau secara non-organik, perbedaannya hanya pada santunan pupuk saja. Sementara itu, untuk memperbaiki kualitas tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman, petani sayur biasanya memperbaiki kesehatan tanaman bayam menyerupai santunan pupuk dengan dosis yang tepat, pengairan (irigasi), menjaga kesehatan kebun, serta memperhatikan tanda-tanda penyakit yang muncul pada organ tanaman bayam kemudian dicabut atau dibuang biar tidak menular ke adegan organ tumbuhan bayam lainnya.
![]() |
Sumber gambar asli di bidik oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Budidaya bayam hijau sangat efektif apabila dilakukan tanpa persemaian terlebih dahulu. Namun demikian, hal yg penting dilakukan biar tanaman bayam ditanam pada lahan terbuka dan mendapatkan banyak rangsangan cahaya matahari. Suhu lingkungan yang baik yakni 17-20 derajat celcius, dengan kelembaban udara mencapai 60-90%. Seperti di Jakarta dan kota-kota besar di Jepang, China, tanaman bayam dapat mengikuti keadaan dengan baik dengan syarat sepanjang kelembaban udaranya tinggi. Sehingga penanaman bayam sangat efektif kalau di luar waktu penghujan, alasannya kalau penanaman bayam pada demam isu hujan, terkadang daun bayam banyak yang rusak akhir air hujan yang berlebih, dan tidak menutup kemungkinan banyak batang dan akar bayam yang busuk akhir konsentrasi air di dalam tanah tidak terjaga dengan baik (berlebihan).
Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk melaksanakan budidaya tanaman bayam cabut baik itu bayam hijau maupun bayam merah, yakni:
1. Penyiapan Benih Bayam
Benih atau bibit untuk budidaya bayam dipersipakan melalui perbanyakan biji. Benih dapat diperoleh dari tanaman yang dipelihara hingga renta berumur sekitar 2-3 bulan. Sebaiknya dapatkan benih bayam dari bunga bayam yang telah berusia renta dan menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. Bibit bayam yang berasal dari tanaman yang renta akan jauh lebih berkualitas untuk tingkat perkecambahan bijinya dan tahan simpan selama satu tahun, dibandingkan bibit yang diperoleh dari bayam ketika usia muda.
![]() |
Gambar Didokumentasikan Oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Benih bayam tidak ada masa dormansi (istirahat).Benih bayam yang telah dipilih, sebaiknya dapat pribadi ditanam dan disebar pada media tanam (baik lahan bedengan atau guludan). Untuk kebutuhan memperoleh benih baru, maka diperlukan bibit bayam 5-12 kg per hektarnya, dan tergantung pula pada keterampilan menyebar benih.
2. Pengolahan Lahan Tanam untuk Bayam Organik
Caranya yaitu membajak tanah atau lokasi yang hendak dijadikan tempat untuk penanaman bayam. Sebaiknya haluskan tanah dan bajak tanah sedalam 20-30 cm, kemudian buat bedengan dengan ukuran yang diinginkan. Atau dapat membuat bedengan dengan rekomendasi: Lebar bedengan 1 meter, tinggi bedengan 20-30, sedangkan panjang bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Jarak antar bedeng yang ideal yaitu 30 cm. Bedengan diutamakan membujur dari timur-barat biar memperoleh pencahayaan sinar matahari yang optimal.
Budidaya bayam hijau maupun merah sangat sensitif dengan tingkat keasaman tanah (pH). Jika pH tanah di bawah lima, maka sebaiknya tanah dicampurkan dolomit atau kapur biar pH-nya stabil dan membuat pertumbuhan bayam berjalan baik (2-3 ton). Jika pH tanah lebih dari 7, maka segera netralkan tanah dengan menggunakan campuran belerang.
Pada masing-masing bedengan, silakan tebarkan pupuk sangkar atau kompos sebanyak 10 ton/hektar, kemudian diamkan selama 3-4 hari sebelum tanam. Sebaiknya gunakan pupuk sangkar yang berasal dari kotoran ayam atau belibis alasannya banyak mengandung unsur Nitrogen (N) yang sangat diperlukan bagi keberlangsungan hidup tanaman bayam. Terutama, pada santunan dosis unsur Nitrogen secara benar, maka akan menghasilkan tanaman bayam yang memiliki daun sangat hijau dan segar.
3. Penyebaran Benih Bayam
Benih (bibit) bayam berukuran cukup kecil (mirip spora). Sehingga dalam budidaya tanaman bayam, benih disebar dengan saringan atau tangan. Sebar benih pada lahan bedengan secara merata dan baik. Kepadatan tebar bibit bayam yaitu 0,5-1 gram per meter persegi. Supaya penebaran bibit merata, dapat pula mencampurkan benih dengan pupuk kompos yang dicampur tanah lalu disebar di atas bedengan yang telah disediakan.
4. Perawatan Budidaya Bayam
Perawatan terpenting dalam budidaya bayam yakni pengaturan air (irigasi) di masing-masing parit bedengan, terutama pada ketika awal benih bibit bayam ditebar. Lakukan penyiraman bibit dua kali sehari pada ketika demam isu kemarau. Sebaiknya kelembaban tanah bedengan yang sudah disebar benih harus selalu lembab untuk mempermudah dan mempercepat perkecambahan biji bayam.
Petani harus rutin menyiangi tanaman bayam yang sudah berkecambah, yaitu dengan mencabut gulma (rumput liar) yang tumbuh di area penyemaian. Jika gulma tidak dicabut, maka akan terjadi perbutan nutrisi antara bayam dengan gulma. Gulma yang dibiarkan tumbuh juga akan selalu menghambat laju pertumbuhan dan perkembangan bayam ke arah dewasa. Selain perawatan ini, banyak sekali problem penyakit yang sering mengganggu pertumbuhan tanaman bayam yakni kutu daun, tungau, wereng hitam, ulat daun, karat putih, dan busuk basah. Untuk pencegahan dari serangan penyakit tanaman tersebut dapat dilakukan fungsi penyiraman tanaman bayam secara intensif (teratur) sesuai porsi dan umur tanaman. Jika tanaman bayam sudah melewati ambang ekonomis, dapat dilakukan penggunaan pestisida hayati, budayakan untuk budidaya tanaman sehat, memperkuat sistem kekebalan tanaman, pencegahan penyakit dan hama pengganggu tanaman, termasuk pencegahan penyakit tanaman yang ditimbulkan oleh acara jamur dan mikroba patogen penyerang organ tanaman (baik akar, daun, batang, serta bunganya).
Menginjak usia tanam seminggu, apabila daun terlihat menguning, maka dapat diberikan pupuk perhiasan berupa pupuk kompos atau sangkar yang disebar secara acak pada bedengan. Atur pemupukan sehemat mungkin biar budidaya bayam hijau tetap ekonomis.
5. Kegiatan Panen, Pasca Panen, dan Pendistribusian Hasil Panen Bayam
Bayam yang sudah ditanam dan dirawat secara intensif dapat dipanen ketika menginjak usianya yang ke-20-25 hari semenjak pertama kali penanaman, dengan ciri tinggi tanaman mencapai 20-21 cm. Dalam satu kali panen (pencabutan), dapat dihasilkan sayur mayur bayam sebanyak 16-20 ton/hektar. Sementara itu pada budidaya bayam hijau (pemanenan dengan cara dipotong/disortir) biasanya dipanen pada umur tanam 1-1,5 bulan dengan pemetikan setiap seminggu sekali.
![]() |
Gambar Didokumentasikan Secara Pribadi Oleh: guruilmuan.blogspot.com |
Pemanenan dapat menggunakan keranjang/bakul yang terbuat dari bilah bambu. Setelah dipanen, basuh bersih adegan akar atau batang bayam yang sudah dipotong dan pilih bayam yang memiliki daun segar, batang kokoh dan tidak rusak untuk diperjual-belikan di pasaran atau toko sayuran. Sebelum bayam didistribusikan ke pasar, maka batang bayam diikat-ikat sesuai kebutuhan dengan menggunakan tali dari bilah bambu/tali rafia. Setiap 50 ikatan digabungkan dalam satu group (gabungan). Sebaiknya simpan hasil panen pada tempat yang sejuk dan dingin, alasannya tanaman bayam sangat rentan terhadap cuaca yang panas, sehingga daunnya sangat mudah layu.
Di pasaran harga bayam hijau maupun bayam merah memiliki variasi harga yang berbeda-beda. Di Pasar Natar Lampung Selatan dan pasar-pasar tradisonal di Kota Bandar Lampung, dalam satu ikat bayam diberikan harga senilai Rp. 2.000-3.000 rupiah. Harga tersebut tentu akan berbeda untuk wilayah lain di Indonesia.
Jika Anda sebagai orang yang gemar berkebun dan tertarik untuk menanam bayam hijau organik, maka dapat mengikuti anutan di atas. Pedoman di atas diperoleh berdasarkan pengalaman keluarga yang juga pernah membudidaya tanaman bayam. Terimakasih sudah menyimak materi tentang: "Cara Budidaya Bayam Hijau Dari Biji Secara Organik untuk Hasil Panen Menguntungkan". Semoga bermanfaat. Mari berkebun dan menanam.