Mengenal Karakteristik dan Jenis-Jenis Kopi Robusta di Indonesia
Tingkat keasamaan (pH) tanah yaitu kisaran 5,5-6,5. Kopi robusta biasanya ditanam khusus di tempat perkebunan hortikultura. Kopi robusta cocok ditanam di Indonesia, alasannya yaitu Indonesia memiliki iklim tropis.
Pohon kopi robusta akan berbuah kira-kira pada umur 2-3 tahun dengan catatan proses perawatan robusta harus secara intensif. Untuk menerima hasil panen buah robusta yang baik, buah robusta memerlukan waktu kering 2,2-5 bulan selama satu tahun dengan beberapa kali turun hujan.
Adapun untuk pusat atau tempat pembudidayaan tanaman kopi jenis robusta di Indonesia dilakukan di tempat ibarat di Liwa-Lampung Barat, Provinsi Lampung. Selain di Liwa, beberapa tempat lain di Indonesia yang melaksanakan budidaya robusta yakni ibarat di Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, dan beberapa tempat lain dengan iklim dan temperatur yang stabil, curah hujan cukup tinggi pertahunnya.
Di Provinsi Lampung sendiri untuk budidaya kopi robusta sudah sangat banyak, dan beberapa hasil produksi kopi Lampung banyak di ekspor ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Karakteristik Tanaman Kopi Robusta
Tanaman kopi robusta mempunyai perakaran tunggang (dikotil), bentuk daun membulat ibarat telur dengan bab ujungnya terkadang berbetuk tumpul/jarum, daun berwarna hijau tua, serta daun-daunnya tumbuh di samping batang, cabang, ranting.
![]() |
Kopi Robusta di Provinsi Lampung. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan) |
Susunan daunnya selang-seling pada batang dan cabang utamanya. Kopi robusta mulai berbunga pada usia sekitar 2 tahun, dengan bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak batang yang ditumbuhi bunga robusta biasanya terdiri dari 3-6 kelompok bunga berwarna putih bersih dan terkadang putih kekuningan yang siap menghasilkan bakal buah.
Bunga robusta umumnya akan mekar pada isu terkini kemarau dan pada isu terkini hujan yaitu waktu yang sempurna untuk munculnya bunga-bunga robusta tersebut.
Buah robusta yang masih muda berwarna hijau dan setelah masak buahnya berwarna merah. Meskipun sudah matang, kopi robusta masih bisa menempel berpengaruh di ketiak batang, ranting pohon utamanya.
Dilansir dari situs alamtani, bahwa kopi robusta memiliki cabang reproduksi atau wiwilan pada kopi dengan tumbuh tegak lurus. Buah kopi dihasilkan dari cabang primer yang lentur sehingga membentuk tajuk ibarat payung.
Jenis-Jenis Kopi Robusta Yang Sering Ditanam di Indonesia
Kopi robusta mempunyai beberapa jenis yang diturunkan dari robusta jenis Canephora. Menurut Puslit Koka jenis klon kopi robusta yang direkomendasikan lembaga tersebut, diantaranya yakni;
- Klon BP234, dengan produktivitas 800-1.200 kg/ha/tahun. Perawakan BP234 yaitu ramping dengan percabangan panjang dan lentur. Buah lumayan kecil dan ukurannya tidak seragam;
- Klon SA436, dengan produktivitas sangat tinggi, mencapai 1.600-2.800 kg/ha/tahun. Bentuk bijinya kecil dengan ukuran tidak seragam;
- Klon BP308, Klon jenis ini tergolong tanaman robusta unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Kopi jenis klon ini juga tahan dan bisa mentoleransi tanah yang kurang subur.
- Klon BP308 dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedangkan batang atasnya disambung dengan klon-klon lainnya sesuai agroklimat kondisi wilayah setempat, (4). Klon BP42, klon dari jenis ini bisa memproduksi 800-1.200 kg/ha/tahun. Perawakan tanaman sedang dengan banyak cabang dan ruas pendek, buah yang dihasilkan besar-besar dan dompolan buahnya sangat rapat.
Itulah tadi berita pertanian ihwal mengenal karakteristik dan jenis-jenis kopi robusta. Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga artikel berikut: Panduan Praktis Budidaya Kopi Robusta Untuk Meningkatkan Hasil Panen Bagi Petani.