Cara Pengolahan Lahan dan Penanaman Benih MENTIMUN
memperoleh bibit timun eksklusif dari pohonnya.
Pemilihan bibit mentimun sangat dianjurkan dicarilah bibit yang berkualitas tinggi (hight quality), sehingga nantinya akan menjadi teladan yang baik untuk menjaga semoga pertumbuhan pohon mentimun hingga dengan panen menjadi lebih bagus, serta menghasilkan buah timun yang proporsional dan bisa bertanding dengan harga di pasaran.
Dalam budidaya mentimun, kali ini guruilmuan.blogspot.co.id, akan menjelaskan ihwal bagaimana tatacara dalam pengelolaan/pengolahan lahan tanam mentimun serta cara penanaman benih mentimun pada lahan bedengan semoga lebih menguntungkan.
Berikut ini penjelasannya, silakan disimak baik-baik:
1. Pengolahan Lahan Tanam Mentimun
Sebelum penanaman benih mentimun, langkah pertama yang perlu dilakukan bagi para pekebun/petani yakni melaksanakan pembajakan lahan persawahan/perkebunan disertai dengan pembolak-balikan tanah hingga menjadi setinggi 25 - 30 cm, selanjutnya buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 25 - 30 cm, panjang bedengan diadaptasi saja dengan luas lahan yang ada. Sementara itu, jarak antar bedengan satu dengan bedengan lainnya yakni 30 - 40 cm (sesuaikan dengan kebutuhan).
Pada lahan bedengan yang sudah disediakan, buatlah lubang tanam bibit dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dibuatkan dua baris lubang dengan jarak antara lubang baris dan larikan yakni 30 - 40 cm. Kemudian selanjutnya yakni masing-masing lubang diberikan pupuk kandang, yakni dapat menggunakan pupuk sangkar kotoran sapi, kotoran kambing atau kotoran ayam. Masing-masing lubang tanam sebaiknya diberikan 0,5 - 1 kg pupuk sangkar kering, dan biarkan lahan tersebut hingga 5 - 7 hari sebelum bibit ditanam. Catatan, untuk kebutuhan pupuk sangkar dalam budidaya mentimun dalam 1 hektar lahan yakni kisaran 20 - 35 ton.
2. Penanaman Benih Mentimun Yang Telah Siapkan
Sehari sebelum penanaman benih mentimun, sebaiknya benih direndam ke dalam air hangat selama 3 - 5 jam barulah kemudian diletakan di kain yang basah/lembab. Kemudian benih yang diletakkan pada kain lembab tersebut selama 24 jam maka biasanya akan tumbuh tunas-tunas (biji mengalami perkecambahan), dan dari sinilah benih mentimun siap untuk ditanam pada lahan terbuka (sawah, kebun, tegalan, perkebunan hortikultur dan media tanam lainnya yang terkondisikan secara baik).
Benih mentimun yang telah berkecambah tersebut sebaiknya segera ditanam. Langkahnya yakni dengan memasukan 1 biji mentimun ke dalam lubang tanam yang telah disediakan lalu tutup lubang dengan tanah di sekitarnya. Sebaiknya pembenaman bibit ke dalam lubang tanam jangan terlalu dalam sebab akan memperlama bibit untuk tumbuh, yakni sebaiknya setinggi 2 - 3 cm saja. Secara umum, biasanya semenjak 4 hari tanam benih, maka pada ketika itu juga benih sudah mulai tumbuh dan bertunas lebih tinggi. Apabila ada benih yang tidak tumbuh atau mati dan rusak, maka segeralah lakukan penyulaman biji susulan maksimal 10 hari setelah tanam bibit di awal. Baca juga: 4 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Timun (Mentimun).
Dalam budidaya mentimun (timun) ada beberapa tahapan penting yang tak boleh terlewatkan, diantaranya yakni proses pemilihan benih/bibit mentimun berkualitas, baik yang diperoleh melalui kegiatan pembelian di pasar/toko bibit, maupun
Pemilihan bibit mentimun sangat dianjurkan dicarilah bibit yang berkualitas tinggi (hight quality), sehingga nantinya akan menjadi teladan yang baik untuk menjaga semoga pertumbuhan pohon mentimun hingga dengan panen menjadi lebih bagus, serta menghasilkan buah timun yang proporsional dan bisa bertanding dengan harga di pasaran.
Dalam budidaya mentimun, kali ini guruilmuan.blogspot.co.id, akan menjelaskan ihwal bagaimana tatacara dalam pengelolaan/pengolahan lahan tanam mentimun serta cara penanaman benih mentimun pada lahan bedengan semoga lebih menguntungkan.
![]() |
Tanaman Mentimun, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan*) |
Berikut ini penjelasannya, silakan disimak baik-baik:
1. Pengolahan Lahan Tanam Mentimun
Sebelum penanaman benih mentimun, langkah pertama yang perlu dilakukan bagi para pekebun/petani yakni melaksanakan pembajakan lahan persawahan/perkebunan disertai dengan pembolak-balikan tanah hingga menjadi setinggi 25 - 30 cm, selanjutnya buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 25 - 30 cm, panjang bedengan diadaptasi saja dengan luas lahan yang ada. Sementara itu, jarak antar bedengan satu dengan bedengan lainnya yakni 30 - 40 cm (sesuaikan dengan kebutuhan).
Pada lahan bedengan yang sudah disediakan, buatlah lubang tanam bibit dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dibuatkan dua baris lubang dengan jarak antara lubang baris dan larikan yakni 30 - 40 cm. Kemudian selanjutnya yakni masing-masing lubang diberikan pupuk kandang, yakni dapat menggunakan pupuk sangkar kotoran sapi, kotoran kambing atau kotoran ayam. Masing-masing lubang tanam sebaiknya diberikan 0,5 - 1 kg pupuk sangkar kering, dan biarkan lahan tersebut hingga 5 - 7 hari sebelum bibit ditanam. Catatan, untuk kebutuhan pupuk sangkar dalam budidaya mentimun dalam 1 hektar lahan yakni kisaran 20 - 35 ton.
2. Penanaman Benih Mentimun Yang Telah Siapkan
Sehari sebelum penanaman benih mentimun, sebaiknya benih direndam ke dalam air hangat selama 3 - 5 jam barulah kemudian diletakan di kain yang basah/lembab. Kemudian benih yang diletakkan pada kain lembab tersebut selama 24 jam maka biasanya akan tumbuh tunas-tunas (biji mengalami perkecambahan), dan dari sinilah benih mentimun siap untuk ditanam pada lahan terbuka (sawah, kebun, tegalan, perkebunan hortikultur dan media tanam lainnya yang terkondisikan secara baik).
Benih mentimun yang telah berkecambah tersebut sebaiknya segera ditanam. Langkahnya yakni dengan memasukan 1 biji mentimun ke dalam lubang tanam yang telah disediakan lalu tutup lubang dengan tanah di sekitarnya. Sebaiknya pembenaman bibit ke dalam lubang tanam jangan terlalu dalam sebab akan memperlama bibit untuk tumbuh, yakni sebaiknya setinggi 2 - 3 cm saja. Secara umum, biasanya semenjak 4 hari tanam benih, maka pada ketika itu juga benih sudah mulai tumbuh dan bertunas lebih tinggi. Apabila ada benih yang tidak tumbuh atau mati dan rusak, maka segeralah lakukan penyulaman biji susulan maksimal 10 hari setelah tanam bibit di awal. Baca juga: 4 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Timun (Mentimun).