Widget HTML Atas

Cara Merawat Pohon TERONG Agar Berbuah Lebat Selebat-Lebatnya

Pohon terong merupakan salah satu dari jenis tanaman suku terong-terongan (solonaceae) yang banyak dibudidaya oleh masyarakat pertanian di Indonesia. Karena sifat tanaman yang mudah dibudidaya, maka tak heran bahwa pertanian hortikultur terong paling mengagumkan dan banyak diminati oleh petani untuk ditanam di lahan yang mereka miliki.

Supaya tanaman terong berbuah lebat selebat-lebatnya, maka proses perawatan tanaman menjadi hal yang begitu berarti dan tak boleh terlewatkan begitu saja. Perawatan tanaman terong meliputi beberapa hal mirip penyiraman, pendangiran dan penyiangan, pemupukan, pencegahan hama dan penyakit. Hal yang paling tak boleh terlewatkan juga yakni faktor ketekunan seorang petani untuk terus memantau tanaman mulai semenjak hari tanam hingga dengan menginjak waktu pemanenan. Baca juga artikel berikut: 4 Langkah Perawatan dalam Budidaya Terong Ungu.

1. Penyiraman Pohon Terong

Pohon terong yang sudah ditanam harus menerima penyiraman yang intensif. Penyiraman tanaman sebaiknya menggunakan air bersih dan terbebas dari polutan cair/limbah yang mampu menyemari lingkungan tanaman.

Pada masa perkecambahan biji ketika penyemaian bibit, penyiraman tanaman sangat penting untuk mencegah supaya tanaman bibit muda tidak mudah rusak, mati, atau mengalami krisis air (dehidrasi). Karena kalau hal tersebut terjadi maka mampu jadi tanaman muda (bibit) akan sulit tumbuh dan berkembang, yang pada balasannya akan memengaruhi hasil panen nantinya.

Tanaman Terong Dalam Perawatan
Tanaman Terong Dalam Perawatan, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan Indonesia).

Idealnya, penyiraman tanaman terong dilakukan 2 kali sehari jikalau memang tanahnya tandus karena kemarau berkepanjangan, atau mampu 1 kali sehari jikalau memang kelembaban tanahnya sudah bagus, atau dengan kata lain bahwa tanahnya mendapat kandungan air cukup (semi basah).

Penyiraman juga mensugesti dalam proses fisiologis tanaman terutama untuk pertumbuhan sel, membantu dalam pemanjangan sel, menambah volume sel di tempat meristematik ujung batang dan ujung akar, air sebagai pelarut alamiah bagi tanaman serta membantu dalam proses fisiologis biji ketika berkecambah, mengatur tekanan turgor sel, dan lain sebagainya.

Kaprikornus kesimpulannya bahwa, penyiraman sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang tanaman terong supaya menerima hasil optimal. Sebagai panduan silakan baca juga: 5 Artikel Agar Tanaman Cabai dan Terong Cepat Berbuah Lebat.

2. Pendangiran dan Penyiangan

Tanaman terong sangat penting dilakukan pendangiran dan penyiangan. Pendangiran bertujuan biar tanah di sekitar lahan tanam (tanahnya) menjadi gembur. Tanah yang gembur tentu saja memudahkan dalam absorpsi unsur hara mineral dari dalam tanah, juga penerapan air menuju akarnya akan semakin gampang.

Sementara itu, penyiangan juga menjadi hal penting untuk mencegah supaya lahan tanam terbebas dari gulma (rumput-rumput liar) yang mengganggu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penyiangan dilakukan dengan mengoret gulma hingga benar-benar lahannya menjadi lebih bersih dan minimal tidak ada gulma ukuran besar yang mengganggu tanaman.

3. Pemupukan Pohon Terong

Pohon terong harus mendapat nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Nutrisi/unsur hara itu menyerupai makanan yang akan menentukan laju pertumbuhan tanaman. Bayangkan jikalau badan insan tidak menerima nutrisi dalam 1 hari atau berbulan-bulan, maka mampu berefek pada kematian, lesu, dan kurang bergairah. Begitu juga tanaman, membutuhkan asupan nutrisi dari unsur hara yang dibutuhkannya. Silakan baca juga: Perawatan Terong Jilid 1: Pemupukan dan Pengairan Lahan (Irigasi).

Pemupukan pohon terong untuk usia masa penyemaian bibit sebaiknya gunakan saja terlebih dahulu jenis pupuk organik (pupuk kandang). Pada ketika umur tanaman sudah beranjak dewasa, maka tanaman sudah siap diberi pupuk anorganik mirip KCL, Urea, NPK mutiara, Phonska, dan jenis lainnya. Pupuk-pupuk itulah yang menurut pengalaman saya paling mengagumkan untuk membantu dalam menentukan keberhasilan dalam budidaya terong.

4. Pencegahan Hama dan Penyakit Pada Terong

Setiap tanaman hotikultur selalu saja ada hama dan penyakit yang menyertainya. Meskipun serangan hama dan penyakit pada tiap-tiap tanaman berbeda, namun jikalau pencegahan tidak dilakukan secara seksama maka akan berefek fatal bagi tanaman itu sendiri.

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman terong antara lain; bau buah terong, hama kepik, hama wereng, ulat bulu, ulat grayak, lembing, dan lain sebagainya. Sementara itu, jenis penyakit yang menyerang tanaman terong bervariasi, yaitu ada penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur parasit, basil patogen, dan acara mikroorganisme benalu lainnya.

Pencegahan hama dan penyakit mampu dilakukan dengan tetap menjaga lingkungan tanam supaya tetap bersih dan terbebas dari gulma. Karena bagaimanapun juga ternyata gulma mampu menjadi tempat yang strategis bagi hama untuk bertelur dan berkembang. Selain itu, pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit yang parah mampu terpaksa menggunakan pestisida (insektisida/fungisida) yang cocok sesuai dosis/umur tanaman.

Jika keempat cara di atas dilakukan dengan bersungguh-sungguh, maka bersiaplah anda akan menerima hasil panen terong yang lebih optimal dan dari segi finansial sangat menguntungkan bagi pertanian terong yang telah anda budidayakan. Sebagai pelengkap, silakan baca juga artikel berikut ini, klik: Panduan Praktis Budidaya Terong Ungu dan Terong Lalap.