6 Cara Budidaya Tanaman Bunga Melati Rajin Berbunga
Pedoman Cara Budidaya Bunga Melati
Pembibitan Bunga Melati
1) Teknik Penyemaian Benih pada Bunga Melati
Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) semoga udara tetap lembab.
2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian pada Bunga Melati
- Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag , medium semai (campuran tanah , pasir steril/bersih).
- Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan.
- Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30cm. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.
b) Pemeliharaan bibit stek:
- Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.
- Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.
- Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah , pasir dan pupuk organik (1:1:1).
- Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman , pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.
2. Pengolahan Media Tanam Melati
1) Pembukaan Lahan pada Bunga Melati
a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma) , pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan semoga mudah pengelolaan tanah.
b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur ,kemudian biarkan kering angin selama 15 hari
2) Pembentukan Bedengan pada Bunga Melati
Membentuk bedengan selebar 100-120 cm , tinggi 30-40 cm , jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
3) Pengapuran pada Bunga Melati
Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran , misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2} , kapur bakar (Quick lime , CaO)/kapur hidrat (Slakked lime ,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam yaitu untuk menaikan pH tanah , serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.
4) Pemupukan pada Bunga Melati
Tebarkan pupuk sangkar di atas permukaan tanah , kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk sangkar dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk sangkar berkisar antara 10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada isu terkini kemarau/1-2 bulan sebelum isu terkini hujan.
Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam pada Bunga Melati
Sebulan sebelum tanam , bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1 ,0 m x 1 ,5 m) , kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Bersama santunan pupuk dasar dapat ditambahkan“pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit , stratos/asam humus Gro-Mate.
2) Pembuatan Lubang Tanam pada Bunga Melati
Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah bersahabat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan semoga akar-akarnya kontak pribadi dengan air tanah.
3) Cara Penanaman pada Bunga Melati
Jarak tanam dapat bervariasi , tergantung pada bentuk kultur budidaya , kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam , bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya yaitu 1 x 1 ,5 m , sedang variasi lainnya yaitu 40 x 40 cm , 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.
4. Pemeliharaan Tanaman pada Bunga Melati
1) Penjarangan dan Penyulaman pada Bunga Melati
Cara penyulaman yaitu dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan gila dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman , hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan semoga tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari , ketika sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.
2) Penyiangan pada Bunga Melati
Pada umur satu bulan setelah tanam , kebun melati sering ditumbuhi rumput rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari , air dan unsur hara.
3) Pemupukan pada Bunga Melati
Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg , STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm , kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Waktu pemupukan yaitu sebelum melaksanakan pemangkasan , ketika berbunga , sesuai panen bunga dan pada ketika pertumbuhan kurang prima. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati , terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P) , menyerupai Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.00) atau sore hari (pukul 15.30-16.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.
4) Pengairan dan Penyiraman pada Bunga Melati
Pada fase awal pertumbuhan , tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari hingga tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan yaitu dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida pada Bunga Melati
Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga , zat perangsang bunga yang besar lengan berkuasa baik terhadap pembungaan melati yaitu Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm menawarkan hasil bunga yang paling tinggi , yakni 1 ,45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh episode tanaman , terutama episode ujung dan tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm jikalau digunakan Ethrel.
6) Lain-lain
Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar , kecuali pada beberapa jenis melati , menyerupai varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati , jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah , sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm daripermukaan tanah.
Sumber : http://carabudidaya.com
