Widget HTML Atas

Step by Step, Cara Membuat Bibit Tomat Lengkap!

Bibit Tomat adalah bakal dari tomat yang akan kita tanam. Buah yang penuh air dan kaya likopen ini sangat baik untuk mencegah penyakit kanker dan anti aging. Selain itu tomat juga bisa digunakan sebagai sumber vitamin C yang membantu menyembuhkan penyakit seperti sariawan dan lain sebagainya. Pada artikel ini akan kita bahas cara membuat bibit tomat dengan baik dan memiliki kualitas yang baik untuk buah.

Bibit Tomat
Bibit Tomat

Tahapan pertama yang harus kamu lakukan untuk memulai budidaya tomat adalah proses pembuatan bibit. Pembuatan benih ini membutuhkan kecermatan dan ketelatenan dalam merawat calon bibit buah, karena untuk perawatan bibit apapun pasti lebih membutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih dibanding dengan tanaman yang sudah tumbuh. Di bawah ini panduan yang bisa kamu pelajari :
Alat dan Bahan :
  • Buah tomat
  • Polybag kecil
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk kompos
  • Air
  • Pisau
  • Sekop kecil
  • Ember
Langkah-langkah :
  1. Pilih buah tomat sebagai calon induk yang memiliki kualitas tinggi.
    Tandanya buah tersebut berusia dewasa, warna matang merata, permukaannya mulus tidak kena koreng, dan memiliki ukuran besar. Hindari menggunakan buah tomat yang tidak normal, berpenyakit, dan hampir membusuk.
  2. Belah buah tomat menggunakan pisau menjadi dua bagian, lalu keluarkan biji-bijinya.
    Rendam biji-biji tomat ini dalam air selama 4-5 jam. Tujuannya untuk menghilangkan lendir buah sekaligus menyeleksi kualitas biji. Biji-biji tomat yang berkualitas baik ditandai dengan posisinya yang tenggelam di air. Di sisi lain, biji-biji tomat yang tetap terapung sebaiknya tidak digunakan karena isinya sudah kosong. Perendaman ini bisa menggunakan air garam atau air biasa saja.
  3. Siapkan media semai yang terdiri dari tanah , pasir, dan pupuk kompos atau pupuk organik.
    Campur ketiga bahan ini secara merata agar menghasilkan tekstur media semai yang agak berpasir dan beremah. Untuk memudahkan dalam mencampur media semai, disarankan melakukannya di ember. Gunakan carokan atau sendok besar untuk mencampur rata, atau gunakan sarung tangan agar tanah tidak masuk ke dalam kuku.  
  4. Masukkan media semai yang telah diolah tadi ke dalam polybag kecil sampai terisi penuh. Usahakan polybag yang dipakai memiliki lubang pada bagian dasar untuk mencegah media terlalu lembab. Lakukan pengisian media semai hingga seluruh polybag terisi seluruhnya. Jangan memampatkan isi dengan menekan tanah terlalu keras.
  5. Penanaman biji tomat sebaiknya dilakukan saat pagi hari.
    Setiap polybag semai perlu diisi 3-5 biji tomat sekaligus dengan kedalaman lubang berkisar 1-2 cm. Kemudian Ulangi proses ini sampai seluruh polybag-polybag terisi dengan biji tomat.
  6. Perawatan tomat selama dalam masa semai meliputi penyiraman dan pemberantasan gulma.
    Media semai perlu disiram setiap sehari sekali menyesuaikan dengan kondisi media tersebut. Media yang terlalu basah akan membuat busuk biji atau akar benih tomat, sedangkan jika media tersebut terlalu kering maka akan membuat biji akan mati. Sementara itu, pemberantasan gulma dilakukan setiap seminggu sekali dengan cara mencabut gulma yang tumbuh liar yang biasanya tumbuh di sekitar calon bibit tomat yang kita buat.
  7. Pada umumnya, proses pembuatan bibit tomat akan berlangsung selama sebulan.
    Dalam waktu ini, biji tomat akan menjadi tanaman tomat kecil berukuran 5-10 cm. Hal ini menandakan bibit-bibit tomat telah siap dipindah ke media penanaman yang kita buat.
Pemindahan dilakukan sebaiknya pada sore hari karena pada sore hari akan membuat tanaman lebih siap untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Ketika tanaman dipindah pagi hari maka akan lebih rawan untuk layu.