Widget HTML Atas

Cara Menanam Singkong (Ketela Pohon) Melalui Stek Batang Untuk Hasil Menguntungkan Bagi Petani

Di dalam taksonomi dunia biologi, singkong (ubi kayu) masuk ke dalam kelas dikotil, termasuk dari Genus Manihot, sehingga nama ilmiah dari tanaman singkong sendiri ialah Manihot utilisima. Singkong atau ketela pohon ini juga banyak dibudidaya oleh para petani sebagai tanaman musiman, artinya dapat ditanam berselingan dengan tumbuhan lainnya dan dapat pula ditanam bersamaan dengan tumbuhan lain (secara tumpang sari).

Tanaman Singkong
Gambar Original Dibidik Oleh: guruilmuan.blogspot.com


Singkong atau ubi kayu juga dikenal namanya sebagai ketela pohon ini banyak mengandung zat gizi berupa karbohidrat penting yang digunakan bagi badan sebagai sumber penghasil energi terbesar. Selain karbohidrat, ubi kayu juga banyak dimanfaatkan sebagai diet alami. Tak heran lagi bila ketela pohon di Indonesia dianggap sebagai makanan pokok pelengkap selain beras, jagung, sagu, atau yang lainnya.

Sebagai petani yang hendak menekuni usaha sampingan "Menanam Ubi Kayu (Singkong)", tidak ada salahnya terlebih dahulu mengetahui syarat tumbuh tanaman singkong yang meliputi: Suhu terendah bagi ubi kayu yakni berkisar 20 derajat celcius, curah hujan cukup 1.000 - 2.500 mm/tahun, kelembaban udara 60-70%,  penyinaran matahari sepanjang waktu, sebaiknya ditanam pada lahan terbuka tanpa naungan, jenis tanah yang dianjurkan yakni: grumosol, aluvial, latosol, lempung berpasir, tanah liat andosol, pH tanah (keasaman tanah) mencapai titik 5-6 pH, lahan memiliki kandungan nutrisi tanah yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman singkong.

Cara Menanam Singkong (Ketela Pohon) Melalui Stek Batang

Seperti menanam tanaman jenis lainnya, menanam singkong atau ketela pohon juga sangat penting mengetahui bagaimana cara penanaman yang baik dan benar, pemilihan bibit, proses perawatan dasar, sampai proses pemanenan. Karena bagaimanapun juga hasil panen singkong yang melimpah ruah juga sangat dipengaruhi oleh kegiatan sebelum panen. Berikut ini panduan untuk menanam dan budidaya singkong baik yang dilakukan di kebun, ladang, maupun sawah pada dasarnya ialah sama. Berikut ini penjelasannya:

1. Pemilihan Bibit Singkong Yang Unggul

Cara budidaya dan menanam singkong yang baik ialah pemilihan bibit yang unggul. Bibit yang unggul ini sangat penting alasannya ialah akan menentukan kualitas daripada hasil panen itu sendiri. Tak heran bila ada beberapa petani yang gagal panen alasannya ialah pemilihan bibit yang buruk dan tidak sesuai dengan tingkat pengetahuan yang mereka miliki. Ahli pertanian merekomendasikan untuk pemilihan bibit singkong unggul dengan melihat kriteria sebagai berikut:


  • Batang yang hendak dijadikan bibit sebaiknya berasal dari indukan yang sudah bau tanah dan dewasa yakni berumur 9-12 bulan;
  • Pertumbuhan ubi kayu seragam dan sehat;
  • Tidak adanya cacat tumbuh pada batang yang hendak di stek;
  • Batang singkong bakal bibit harus lurus, sudah berkayu, dengan diameternya sekitar 2-3cm;
  • Belum ada pertumbuhan tunas pada adegan batang calon bibit;
  • Bibit ubi kayu sebaiknya melalui stek batang supaya lebih produktif.
2. Pengolahan Lahan Tanam

Sebelum penanaman batang singkong secara stek, maka langkah kedua yang harus dilakukan petani dan pekebun ialah melaksanakan pengolahan tanah. Pengolahan tanah yang baik dapat dilakukan pada ketika demam isu hujan supaya proses pengairan lahan dilakukan secara cukup. Ada beberapa langkah dalam penyiapan lahan tanam singkong/ubi kayu, meliputi:

  • Bersihkan terlebih dahulu lahan tanam dari banyak sekali acara pertumbuhan rumput liar (gulma) dengan cara dibabat atau dikoret, kemudian gulma yang sudah mati dan kering dapat dibakar;
  • Selanjutnya cangkul atau bajak lahan dengan menggunakan alat pertanian berupa traktor supaya waktunya lebih efisien dan memperoleh tanah yang lebih gembur dan halus; kemudian setelah digemburkan, lahan didiamkan setidaknya seminggu sebelum tanam supaya racun dalam tanah hilang;
  • Selanjutnya membuat guludan secara melingkar di area lahan tanam yang tanahnya sudah digemburkan, kemudian di adegan tengahnya dibuat lubang tanam singkong sedalam 20-25cm.; Atau bila lahan ingin dibuat dalam bentuk bedengan, maka panjang diadaptasi kondisi lahan yang ada, lebar bedengan 100cm, tinggi 25-30cm, dan pastikan ada jarak antar bedengan sekitar 30-40cm.
  • Setiap lubang tanam dapat diberi pupuk sangkar (kotoran hewan ternak yang sudah difermentasikan,kering) sebanyak dua genggam tangan untuk masing-masing lubang tanam;
  • Jarak tanam antar lubang tanam sekitar 100-120 cm (jarak yang proporsional). Karena jarak tanam yang terlalu berdekatan tidak baik untuk pertumbuhan umbi singkong. 
3. Proses Penanaman Singkong (Ketela Pohon)

Cara menanam singkong yang baik yaitu pada ketika demam isu hujan apabila lahan yang Anda gunakan berupa lahan tegalan. Hal ini akan sangat efektif mengingat pada lahan tegalan terkadang kurang cukup memperoleh air, sehingga tingkat kelembaban tanah kurang terjaga. Untuk menyiasati hal ini tunggulah pada ketika atau setelah demam isu hujan dan pastikan tanah di sekitar lokasi sedang dalam kondisi lembab. Karena bagaimanapun juga bibit stek batang singkong akan tumbuh baik apabila kelembabam dan pH tanah sesuai dan memenuhi syarat tumbuh yang baik.

Siapkan terlebih dahulu bibit singkong yaitu dengan cara memotong batang stek ubi kayu dari adegan pangkalnya dengan masing-masing jarak potong antara 40-50cm, kemudian pada salah satu adegan ujung batangnya diruncingkan. Setelah itu, masing-masing stek batang singkong yang sudah disiapkan ditanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan tadi, kemudian timbun sebagian batangnya dengan menggunakan tanah guludan di sekitarnya. Catatan: Dalam penanaman singkong (ubi kayu) juga dapat dilakukan tanpa pembuatan lubang tanam terlebih dahulu yakni dengan cara pribadi menancapkan batang stek singkong ke dalam lahan bedengan yang disiapkan. Namun akan lebih cantik apabila dibuatkan lubang tanam, alasannya ialah sudah teruji akan lebih banyak menghasilkan umbi singkongnya. Setelah penanaman singkong melalui stek batang, biarkan batangnya tersebut mempunyai tunas gres dan tumbuh ke arah dewasa.

4. Pemeliharaan Tanaman Singkong

Tahap selanjutnya setelah penanaman singkong yakni proses pemeliharaan dasar yang harus secara tekun dilakukan oleh petani guna memperoleh hasil panen yang memadai. Ada beberapa hal dalam proses pemeliharaan tanaman singkong supaya tumbuh baik, meliputi: (1). Proses penyiangan yaitu proses dimana para petani harus memantau lahan tanam supaya tidak terdapat rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman singkong. Jika ada rumput liar (gulma) segera cabut sampai ke adegan akarnya supaya tidak tumbuh dan berkembang lagi. Karena bila gulma dibiarkan, maka akan menghambat laju pertumbuhan stek batang singkong dan juga dapat terjadi perebutan nutrisi tanaman. (2). Penggantian bibit (penyulaman), dilakukan apabila terjadi satu atau lebih bibit yang tidak tumbuh pada lahan tanam. Segera ganti bibit yang memiliki pertumbuhan jelek dengan bibit gres yang lebih seragam dan sehat. (3). Pemangkasan tanaman singkong, hal ini dilakukan apabila tanaman singkong memiliki tunas yang berlebihan. Pemangkasan juga akan mensugesti laju perkembangan umbi singkong. Berdasarkan praktek dan pengalaman di lapangan, apabila tunas batang singkong dilakukan pemangkasan pada usia 6-7 bulan, maka akan membuat umbi singkong memliki ukuran ideal dan besar-besar sehingga akan mensugesti bobot panen singkong dan bisa bersaing dengan harga dipasaran. (4). Dapat dilakukan pemupukan susulan pada tanaman singkong pada umur 3 bulan dan 6 bulan dengan menggunakan pupuk Urea atau TSP, caranya yaitu dengan membuat lubang di sekitar tanaman singkong sedalam 15-20cm, kemudian masukan pupuk (Urea/TSP,pilih salah satu saja) sebanyak satu genggam tangan untuk masing-masing tanaman. (5). Lakukan juga penyiaraman tanaman singkong bila diperlukan apabila menghadapi masa kering (kemarau).

5. Kegiatan Panen, Pasca Panen dan Pemasaran Umbi Singkong

Kegiatan panen singkong dilakukan biasanya ketika tanaman singkong sudah berumur antara 10-12 bulan semenjak penanaman awal. Sebelum pemanenan, terlebih dahulu Anda dapat mengecek salah satu sampel tanaman dengan cara mencabut tanaman singkong bersama umbinya. Apabila umbi yang telah dicabut tersebut memiliki bobot ideal dan warna pada kulit umbi sudah cokelat bau tanah maka dikemungkinkan tanaman singkong sudah siap panen. Pemanenan singkong dapat dilakukan kapan saja, baik itu waktu pagi, siang, sore. Pemanenan umbi singkong dapat dilakukan dengan cara dicabut atau dicangkul secara manual menggunakan garpu tanah untuk mencegah umbi yang kerap tertinggal di dalam tanah. Umbi yang sudah dicabut, kemudian dibersihkan dari tanah-tanah disekitarnya, lalu dimasukan ke dalam karung atau wadah bakul sebelum diangkut menggunakan kendaraan beroda empat box khusus mengangkut hasil pertanian. 

Singkong dapat dipasarkan secara pribadi di pasar-pasar tradisional atau pada industri makanan. Harga singkong tiap kilogramnya untuk wilayah pasar-pasar tradisonal di Kota Bandarlampung cukup beragam, yakni berkisar Rp. 5.000-8.000/kg umbi singkong. Harga tersebut tentunya tidak berlaku sepenuhnya untuk tempat lain di Indonesia. 

Jika usaha menanam dan budidaya singkong ini dijalankan secara baik, maka insya Tuhan akan menghasilakan produktivitas panen yang baik pula. Dengan begitu, tentunya akan menambah penghasilan sehari-hari Anda sebagai kegiatan sampingan. 

Jika Anda berminat ingin membudidaya dan menanam singkong (ketela pohon), maka Anda dapat mengikuti aliran "Cara Menanam Singkong (Ketela Pohon) Melalaui Stek Batang Untuk Hasil Menguntungkan Bagi Petani" menyerupai yang telah dijelaskan di atas. Semoga informasinya bermanfaat. Mari budidayakan tanaman yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Salam budidaya, dan ayo menanam.