Ceritaku Berkebun TOMAT RAMPAI Tanpa Pupuk Anorganik, Buahnya Sangat Lebat
Berkebun buah rampai (tomat, nama ilmiah: Solanum lycopersicum syn) merupakan pengalaman yang kesekian kali saya dalam membudidaya aneka macam jenis tanaman holtikultura buah maupun sayur. Ayah dan ibu saya juga seorang yang sangat tekun dalam membudidaya tanaman sayur dan buah tersebut, termasuk saya juga sangat hobi berkebun.
Berkebun buah rampai bahwasanya tidak mengharuskan memiliki lahan yang berhektar-hektar, akan tetapi cukup lahan seluas 10 x 10 meter atau 5 x 5 meter pun sudah dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk membudidaya rampai.
![]() |
Tanaman Buah Rampai Segar Organik, Foto Asli Oleh: guruilmuan |
Manfaat Buah Rampai (Tomat Kecil)
Adapun manfaat tomat rampai sangat beragam, ada yang digunakan untuk materi baku masakan masakan menyerupai sup, sambal ikan teri, sebagai embel-embel dalam pembuatan soto ayam, maupun untuk kepentingan pembuatan jus buah. Dalam dunia kedokteran, jus rampai dapat membantu dalam melancarkan kanal pencernaan pasien penderita usus buntu dan terkena penyakit demam berdarah dengue yang disebabkan oleh virus Dengue dari nyamuk Anopheles sp. Dalam dunia kecantikan, buah tomat seringkali dimanfaatkan untuk materi pelembab kulit, menghaluskan kulit, serta dijadikan sebagai master wajah. Manfaat tersebut terperinci banyak dirasakan oleh banyak kalangan bukan karena tanpa alasan, alasannya pada buah rampai mengandung banyak vitamin A dan C. Vitamin A digunakan sebagai proses untuk menjernihkan kornea mata dalam melihat. Sementara itu, vitamin C berperan sebagai antioksidan yang dapat menangkap dan menghancurkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Karakteristik Tanaman Rampai
Tanaman rampai mempunyai karakteristik tanaman yang lumayan tahan terhadap keadaan cuaca maupun iklim yang cukup buruk, anomali cuaca yang tak menentu. Tanaman rampai umunya mempunyai sistem perakaran serabut, batangnya tidak berkambium, setidaknya batang mengandung air 10%, sistem pembuluh angkut (xilem dan floemnya tersebar), daun tidak beraturan dan berwarna hijau kelabu, serta mempunyai bunga berwarna kuning, dan bunganya termasuk bunga majemuk. Buah yang mentah berwarna hijau, sementara itu buah yang telah matang dan siap petik umumnya telah berwarna kuning dan merah. Dalam proses penjualan rampai, biasanya para masyarakat petani menjual dalam bentuk mentah atau matang, tentu hal ini diadaptasi usul pasar.
Syarat Tumbuh Tanaman Rampai
Tumbuhan rampai sebaiknya ditanam pada kawasan baik yang berdataran rendah maupun di dataran tinggi mulai dari ketinggian lahan 100 - 800 meter di bawah permukaan air laut. Meskipun begitu, rampai lebih baik ditanam pada daerah-daerah berdataran rendah menyerupai di pulau Sumatera maupun sebagian di pulau jawa. Di lampung sendiri kawasan yang sangat berprospek untuk menghasilkan buah rampai yang banyak tentu di sekitaran kawasan Lampung Selatan (Natar), Gisting, Tanggamus, dan daerah-daerah di sekitaran LIWA (Lampung Barat). Jenis tanah yang cocok bagi tumbuh kembang tanaman rampai yaitu di tanah jenis lempung berpasir, atau tanah liat berpasir, tanah humus yang kaya akan unsur hara mineral terutama mineral Nitrogen (N) yang sangat baik bagi tanaman untuk menghasilkan tanaman yang subur, nampak sehat, dan buahnya lebat.
![]() |
Buah Tomat Rampai Yang Sudah Matang Dari Pohonnya, Foto Original Oleh: guruilmuan. |
Faktor pencahayaan sangat penting, oleh karena itu sebaiknya budidaya tanaman rampai dilakukan di lahan terbuka yang cukup mendapatkan cahaya matahari sepanjang hari, semisal ditanam di area persawahan, di ladang, kebun, kawasan tegalan, lereng pegunungan, dan maupun ditanam pribadi melalui wadah polybag. Suhu/temperatur lingkungan yang diperlukan untuk budidaya menanam rampai berada pada kisaran 24 - 32 derajat celcius, dengan kelembaban udara mencapai titik 87 - 89 %.
Cara Budidaya Tanaman Rampai
Waktu saya dan ibu menanam rampai di kebun milik kami, maka ada beberapa tahapan yang kami kerjakan, menyerupai dijelaskan pada adegan berikut ini:
1. Penyiapan Bibit Rampai
Untuk bibit rampai kami tidak pernah membelinya ke toko tanaman atau lainnya, kami hanya fokus bagaimana mengambil bibit-bibit yang telah dikeringkan berasal dari tanaman induk yang menghasilkan buah super lebat. Cara memperoleh bibit yaitu mengambil buah rampai yang telah mempunyai buah matang, kemudian buah tersebut dipencet di dalam air yang diletakkan di dalam ember atau ember. Kemudian biji-biji tomat hasil pemencetan buah di dalam air tadi kemudian disaring, lalu dijemur di bawah terik mata hari hingga benar-benar kering. Setelah kering biji kemudian dimasukan ke dalam gelas-gelas beling lalu tutup rapat menggunakan busa gabus. Apabila penyimpanan dilakukan dengan benar, maka bibit dapat bertahan lama hingga 3 - 12 bulan bahkan lebih. Sebaiknya biji disimpan pada tempat yang aman, kering dan terhindar dari lingkungan yang lembab.
2. Pengolahan Lahan Semai Bibit
Lahan semai bibit rampai dapat dibuat berbentuk bedengan kecil dengan ukuran panjang 2 m x lebar 1 meter x tinggi 20 cm. Kemudian di atas permukaan bedengan ditaburi pupuk sangkar dari hewan ternak, barulah bibit-bibit rampai disemai di atas pupuk sangkar tersebut, yang terakhir yaitu disiram dengan air secukupnya supaya proses perkecambahan biji segera terjadi semoga bibit cepat menghasilkan tanaman gres yang siap ditanam di lahan terbuka. Bibit biasanya akan mulai berkecambah pada umur 6 - 7 hari, dan pada masa pertumbuhan tanaman sebaiknya frekuensi penyiram tetap dilakukan hingga tanaman benar-benar mumpuni untuk segera ditanam pada lahan terbuka.
3. Penanaman Rampai Di Tanah Bedengan
Benih rampai yang sudah tumbuh menjadi tanaman muda selanjutnya harus ditanam pada tanah bedengan yang telah disediakan. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 cm, tinggi bedengan 30 cm, serta panjang dan jumlah banyaknya bedengan diadaptasi dengan ketersediaan lahan yang ada.
Selanjutnya yaitu membuat lubang tanam di atas bedengan setinggi 3 - 4 cm, dengan jarak antar lubang tanam satu dengan lubang tanam lainnya yaitu sekitar 20 - 30 cm. Di masing-masing dasar lubang tanam yang dibuat sebaiknya beri 1/3 pupuk sangkar dari tinggi lubang tanam yang dibuat. Kemudian benih tanaman muda yang telah disemai dimasukan ke dalam masing-masing lubang tanam. Ingat bahwa 1 lubang tanam hanya untuk 1 benih tanaman muda. Setelah benih dimasukan pada lubang tanam, lalu tutup lubang tanam dengan tanah yang ada di sekitarnya. Barulah setelah itu, dapat dilakukan penyiraman. Sangat direkomendasikan ketika melaksanakan pemindahan bibit dari lahan semai ke lahan terbuka (bedengan; pada ketika proses tanam), sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari, hal ini dilakukan bertujuan untuk menghindari sengatan sinar matahari pribadi bagi tanaman yang gres dipindahkan.
4. Perawatan Tanaman Rampai
Perawatan tanam rampai bahwasanya tidak begitu sulit asalkan dilakukan dengan niat yang tulus, serta keterampilan dan keuletan. Seperti pada tanaman umumnya, proses perawatan tanaman rampai (tomat) meliputi beberapa tahapan, diantaranya:
- Tahap penyiraman: Dilakukan khusus untuk tanaman yang gres dipindahkan dari lahan semai ke lahan terbuka, sehingga seiring dengan bertambahnya usia tanaman maka intensitas/frekuensi penyiraman sebaiknya dikurangi. Intensitas penyiraman dikurangi atau bahkan dihentikan ketika tanaman sudah mulai tumbuh tinggi mencapai 15 - 20 cm atau pada ketika tanaman sudah melaksanakan proses pembungaan.
- Tahapan Penyulaman: Pada tahap penyulaman tanaman ini penting sekali dilakukan, alasannya tidak semuanya tanaman yang ada pada bedengan akan aman dan baik-baik saja. Adakalanya ditemukan tanaman yang mati secara mendadak karena adanya penyakit fusarium, atau ada beberapa organ tanaman yang rusak akhir serangan hama maupun penyakit pada tanaman tomat yang disebabkan oleh kuman patogen, virus, maupun cendawan parasit. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti benih tanaman (pada lahan tanam bedengan) yang telah rusak, atau mati. Gantilah bibit gres dengan tanaman seusia dari tanaman yang telah mati tersebut. Maksimal waktu penyulaman yaitu 15 - 20 hari semenjak tanam awal. Benih tanam yang gres saja diganti (disulam), sebaiknya diberikan perlakuan khusus dengan dukungan pupuk organik dan frekuensi penyiraman teratur pagi dan sore hari.
- Tahap Pendangiran dan Penyiangan: Pada tahapan penyiangan yakni mencabut rumput-rumput liar atau gulma yang telah tumbuh di sekitar sentra dimana tanaman itu tumbuh. Jika rumput liar tidak dicabut/dikoret, maka mampu dikhawatirkan akan mempenagruhi laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman, alhasil produktivitas panen cenderung akan menurun. Sembari melaksanakan penyiangan, lakukan pula pendangiran (penggemburan tanah) di sekitar lahan tanam, pastikan tanah telah tersiangi dengan baik, termasuk proses pendangiran dilakukan secara benar.
- Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman: Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman rampai (tomat) diantaranya yaitu hama wereng hijau, ulat grayak, ulat hijau, ulat bulu, ulat buah, kutu daun hijau, dan lainnya. Sementara itu, penyakit yang seringkali muncul dan mengindikasikan rusak dan matinya tanaman tomat diantaranya yaitu amis daun, layu fusarium, antraknosa (patek), bercak bakteri, penyakit keriting (mosaik) pada daun, virus kuning, dan lain sebagianya.
5. Kegiatan Panen dan Pemasaran
Berdasarkan pengalaman kami, buah rampai (tomat) dapat dipanen pada usia sekitar 1,5 bulan, dan pemanenan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masing-masing pekebun/petani yang bersangkutan.
![]() |
Buah Tomat Rampai Organik Segar Yang Telah Dipanen, Foto Original: guruilmuan |
Panen rampai dilakukan dengan cara memetik buah rampai yang masih hijau tua, atau yang buahnya telah matang. Buah dipetik manual menggunakan tangan, lalu masukan buah tersebut pada ember besar atau keranjang (bakul) yang terbuat dari anyaman bilah-bilah bambu.
Buah rampai yang telah dipanen lalu diangkut dan dijual segera keesokan harinya. Biasanya harga buah rampai di pasaran cukup menjanjikan, alasannya kebutuhan akan buah ini di tengah-tengah kehidupan masyarakat sangat dinanti-nantikan.
Dalam satu kilogram buah rampai selalu diberikan harga yang bervariasi, mengikuti kebijakan dari tiap-tiap daerah. Di pasar tradisional dan toko swalayan buah dan sayur organik di kota Bandarlampung misalnya, untuk harga satu kilogram buah rampai segar organik dijatuhkan harga setidaknya Rp. 7. 000,00,- hingga Rp.10.000,00,-. Tentu harga tersebut tidak selalu berlaku untuk daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.
Demikian informasi seputar: "Ceritaku Berkebun Rampai (TOMAT) Tanpa Pupuk Anorganik Buahnya Sangat Lebat". Semoga apa yang telah disampaikan pada adegan di atas bermanfaat. Salam budidaya pertanian, ayo menanam dan ayo berkebun. Sukses untuk Anda semuanya.